5 Tempat Sejarah Menarik di Klaten, Jawa Tengah

Wisata Sejarah yang Menggambarkan Peradaban di Klaten

KLATEN – Klaten, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang menarik untuk dieksplorasi. Selain dikenal dengan wisata alamnya, daerah ini juga menyimpan banyak situs bersejarah yang mencerminkan perkembangan peradaban dari masa Hindu-Buddha hingga Islam di Tanah Jawa.

Berikut adalah lima destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi oleh para pecinta sejarah dan budaya.

1. Candi Plaosan

Candi Plaosan Lor merupakan salah satu candi bercorak Buddha yang menarik untuk dikunjungi. Terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, candi ini memiliki dua bagian utama: bagian selatan yang melambangkan laki-laki dan bagian lainnya yang melambangkan perempuan.

Arsitektur candi ini memperlihatkan simbolisasi yang kaya akan makna, serta menjadi bukti pengaruh agama Buddha di Klaten. Lokasi ini cocok bagi pengunjung yang ingin belajar lebih dalam tentang sejarah dan filosofi keagamaan di Jawa Tengah.

2. Candi Merak

Candi Merak adalah candi bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-9. Kompleks candi ini terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara atau pendamping. Dengan tiga tingkat yang dihiasi relief, Candi Merak menjadi saksi sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di Klaten.

Keunikan dari candi ini terletak pada relief dan struktur tiga tingkat yang memikat pengunjung. Bagi pecinta sejarah dan arsitektur kuno, Candi Merak adalah destinasi yang patut dikunjungi.

3. Makam Sunan Pandanaran II Tembayat

Makam Sunan Pandanaran II Tembayat merupakan destinasi wisata religi sekaligus bersejarah. Berada di puncak bukit, makam ini menjadi tempat ziarah penting. Sunan Pandanaran adalah salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di Klaten dan murid Sunan Kalijaga.

Makam ini tidak hanya memiliki nilai spiritual tetapi juga sejarah yang kaya akan makna. Pengunjung dapat menelusuri sejarah penyebaran Islam di Klaten sekaligus menikmati pemandangan alam yang indah.

4. Masjid Gala Klaten

Masjid Gala, juga dikenal sebagai Masjid Gholo, merupakan salah satu masjid tua di Klaten yang dibangun pada abad ke-16. Masjid ini awalnya berada di puncak Bukit Jabalakat sebelum dipindahkan ke lereng bukit.

Menurut legenda, Sunan Bayat membuat telaga di lereng bukit untuk memudahkan masyarakat mendapatkan air dan melaksanakan salat Jumat. Masjid ini memiliki nilai sejarah tinggi karena terkait Wali Sanga dan penyebaran Islam di Jawa Tengah.

Bagi pengunjung yang tertarik pada sejarah Islam dan arsitektur masjid tradisional, Masjid Gala adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi.

5. Umbul Cokro

Umbul Cokro adalah destinasi wisata alam yang juga memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi. Dahulu dikenal sebagai Umbul Ingas karena dikelilingi pohon Ingas, mata air ini telah digunakan sejak abad ke-9 dan berkembang pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dari Kasunanan Surakarta pada abad ke-19.

Airnya yang jernih berasal dari mata air pegunungan, kolam dengan kedalaman rata-rata 80 cm cocok untuk anak-anak dan dewasa. Lingkungan sekitarnya dilengkapi gazebo, jalur tracking ringan, dan area edukasi ekowisata.

Umbul Cokro saat ini dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang mengedukasi pengunjung tentang pelestarian mata air dan lingkungan, sekaligus menjadi destinasi rekreasi keluarga yang lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *