Wisata  

9 Destinasi Wisata Paling Sibuk di Dunia, Masih Ingin Berkunjung?

Destinasi Wisata yang Terlalu Ramai dan Mengalami Overtourism

JAKARTA – Liburan, baik di dalam maupun luar negeri, kini bukan hanya sekadar kegiatan untuk melepas penat dari rutinitas. Bagi banyak orang, traveling sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka.

Ada yang melakukan perjalanan hanya untuk menikmati matahari terbenam di kota-kota jauh, menjelajahi jalanan berbatu, atau menghabiskan waktu di tempat-tempat yang terasa seperti mimpi. Namun, semakin hari, destinasi-destinasi tersebut semakin ramai dan penuh sesak.

Menurut data terbaru, jumlah wisatawan internasional meningkat pesat. Pada tahun 2024, sekitar 1,4 miliar orang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Meskipun pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi pasar lokal dan mendukung para pengrajin, beberapa destinasi paling populer justru menghadapi tantangan besar akibat keramaian yang terus-menerus sepanjang tahun.

Berikut adalah sembilan destinasi wisata yang mengalami overtourism:

  1. Kota Vatikan

    Kota kecil ini menyimpan harta karun yang luar biasa, namun jumlah pengunjungnya sangat tinggi. Dengan populasi hanya 882 penduduk, kota ini menerima lebih dari 6,8 juta pengunjung setiap tahun. Mereka datang untuk melihat Museum Vatikan, langit-langit Kapel Sistina, dan Basilika Santo Petrus.

  2. Andorra

    Berada di kaki Pegunungan Pyrenees, Andorra menawarkan pemandangan alam yang indah. Namun, dengan populasi hanya 81.938 jiwa, kota ini menerima lebih dari 9,6 juta pengunjung setiap tahun. Mereka datang untuk bermain ski, belanja tanpa pajak, dan menikmati pemandangan alam.

  3. San Marino

    San Marino terletak di atas gunung dan dikelilingi oleh menara abad pertengahan. Negara kecil ini memiliki populasi hanya 33.581 jiwa, tetapi menerima hampir 2 juta pengunjung setiap tahun. Jalan-jalan berbatu dipenuhi toko-toko kecil dan museum, serta pemandangan yang mempesona.

  4. Bahama

    Bahama dikenal dengan perairan biru kehijauan dan pantai yang lembut. Dengan populasi sekitar 401.000 jiwa, kota ini menerima lebih dari 11 juta pengunjung setiap tahun. Daya tariknya termasuk festival musim dingin dan musim semi.

  5. Saint Kitts dan Nevis

    Pulau-pulau ini memiliki daya tarik alam yang luar biasa. Saint Kitts dengan punggung gunung berapi dan pantai berpasir hitam, serta Nevis yang lebih hijau dan tenang. Kedua pulau ini hanya dihuni oleh 46.843 penduduk, namun dikunjungi oleh lebih dari 875.000 pengunjung setiap tahun.

  6. Antigua dan Barbuda

    Antigua dan Barbuda menawarkan pantai yang indah dan suasana yang menyenangkan. Dengan populasi gabungan di bawah 94.000 jiwa, kota ini menerima lebih dari 1,1 juta wisatawan setiap tahun. Namun, keramaian membuat beberapa area sulit dinikmati.

  7. Bahrain

    Kerajaan ini berhasil menggabungkan tradisi dengan modernitas. Dengan populasi 1,6 juta jiwa, Bahrain menerima hampir 14,9 juta pengunjung setiap tahun. Mereka datang untuk mengunjungi situs warisan dunia, pasar, dan resor mewah.

  8. Monako

    Monako, meski hanya seluas dua kilometer persegi, menarik banyak wisatawan. Dengan populasi hanya 38.956 jiwa, kota ini menerima lebih dari 340.000 pengunjung setiap tahun. Monako juga dikenal dengan kasino, pelabuhan, dan balapan Formula 1.

  9. Dubrovnik, Kroasia

    Dubrovnik dikenal sebagai “Mutiara Laut Adriatik” karena tembok abad pertengahan dan benteng tepi lautnya. Namun, dengan populasi kurang dari 42.000 jiwa, kota ini kini menghadapi lonjakan pengunjung. Kapal pesiar seringkali membanjiri kota, sehingga pihak berwenang membatasi kedatangan kapal pesiar.

Meskipun pariwisata memberikan manfaat ekonomi, destinasi-destinasi ini kini harus menghadapi tantangan besar. Banyak penduduk setempat merasa terdesak keluar dari kota mereka sendiri.

Namun, meski begitu, destinasi-destinasi ini tetap menjadi impian bagi banyak orang. Mereka terus beradaptasi dengan tantangan modern, menjaga keindahan sambil menghadapi beban popularitas.