Ragam  

Biasanya Laku, Kini Arie Kriting Tak Dapat Program Ramadhan

Arie Kriting Akui Tidak Dapat Tawaran Program Ramadhan 2026

JAKARTA – Bulan Ramadhan sering kali menjadi momen yang penuh dengan berbagai program televisi khusus, baik untuk sahur maupun berbuka puasa. Bagi banyak artis, momen ini biasanya menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan meningkatkan popularitas mereka di layar kaca.

Namun, situasi yang dialami oleh komika Arie Kriting terlihat berbeda. Ia secara terbuka mengakui bahwa ia tidak mendapatkan tawaran program reguler selama bulan puasa tahun 2026.

“Yang reguler enggak. Tahun ini saya enggak kebagian yang reguler,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Meski demikian, Arie menegaskan bahwa dirinya tidak sedang menolak tawaran yang datang, melainkan benar-benar tidak ditawari.

“Ikutin aja, kalau orang lain pasti akan jawabnya ‘enggak ngambil’ kan? Saya tidak mau seakan-akan ditawari tapi enggak ngambil. Jadi bukan enggak ngambil, memang enggak kebagian,” tambahnya sambil tertawa.

Arie memilih untuk tetap jujur dan terbuka tentang situasinya. Ia juga menyampaikan bahwa meskipun tidak tampil dalam program reguler, ia tetap memiliki aktivitas selama bulan Ramadhan, termasuk mengisi acara live buka puasa bersama.

“Kalau ada yang enggak ngambil karena sengaja nolak sih mungkin ya, mungkin. Kalau saya sih jujur saja, enggak kebagian,” katanya sembari tertawa.

Kritik Terhadap Penunjukan Ifan Seventeen sebagai Dirut PFN

Sebelumnya, Arie Kriting juga sempat menjadi perhatian publik setelah menyampaikan kritik terbuka terhadap kebijakan pemerintah. Salah satu isu yang menarik perhatiannya adalah penunjukan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN). Ifan dikenal sebagai vokalis dari band Seventeen.

Dalam pernyataannya, Arie menekankan pentingnya kesadaran terhadap kapabilitas seseorang, terutama ketika berkaitan dengan industri film. Ia menyoroti bagaimana kapabilitas seseorang bisa memengaruhi kemampuan mereka dalam membangun PFN.

“Kita harus sadar dengan kapabilitasnya gitu, ketika bicara sektornya adalah industri film, bagaimana powernya dalam menghimpun sineas-sineas mungkin atau elemen-elemen yang dirasakan dibutuhkan untuk membangun PFN ini,” ujarnya.

Menurut Arie, komunikasi dengan para pelaku industri film menjadi hal penting dalam membangun PFN ke depan. Ia juga menyampaikan bahwa masalah komunikasi bisa menjadi kendala jika tidak dilakukan dengan tepat.

“Seberapa besar untuk bisa hadir di situ gitu loh membangun komunikasi. Karena ini kan masalah komunikasi, kalau sejak awal aja komunikasinya sudah dengan orang-orang yang menurut saya dalam tanda kutip yang punya kapabilitas di industri perfilman sejak awal saja komunikasinya udah ada kendala gitu, kedepannya akan seperti apa,” lanjutnya.

Arie juga menekankan pentingnya kesadaran diri terhadap kemampuan masing-masing. Ia mengatakan bahwa menyerahkan kepercayaan itu adalah tantangan dan amanah, namun lebih dari itu, kesadaran akan kapabilitas diri juga sangat penting.

“Diserahkan sebuah kepercayaan itu betul adalah sebuah tantangan adalah sebuah amanah untuk kita. Tapi lebih daripada itu menyadari kapabilitas kita itu adalah sesuatu yang yang beda lagi gitu. Bolanya itu ada di tangan kita juga gitu untuk saya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *