Sistem Perhitungan Nilai TKA dalam Seleksi Mahasiswa Baru
JAKARTA – Tes Kompetensi Akademik (TKA) menjadi salah satu komponen penting dalam sistem seleksi mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tes ini dirancang untuk menilai kemampuan akademik dasar dan kesiapan calon mahasiswa menghadapi beban studi di jenjang pendidikan tinggi.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap cara penilaian dan penghitungan skor TKA sangat penting bagi peserta agar dapat menyusun strategi yang lebih efektif saat mengerjakan soal.
Nilai TKA biasanya dihasilkan dari kombinasi beberapa faktor seperti jumlah jawaban benar, salah, dan tidak dijawab. Setiap kategori memiliki bobot yang berbeda sesuai dengan ketentuan lembaga penyelenggara.
Selain itu, sistem skoring sering kali disesuaikan dengan tingkat kesulitan soal melalui proses normalisasi atau konversi skor mentah menjadi skor akhir. Dengan adanya proses tersebut, hasil yang diperoleh diharapkan lebih objektif dan adil.
Berikut adalah langkah-langkah utama dalam sistem perhitungan nilai TKA:
-
Analisis Jawaban dengan Metode IRT
Sama seperti SNBT-UTBK, TKA menggunakan sistem item response theory (IRT). Dalam metode ini, jawaban yang salah tidak akan mengurangi nilai. Penilaian dilakukan berdasarkan analisis jawaban para peserta secara keseluruhan.
-
Penggabungan Nilai Tiap Tes
Setelah dilakukan analisis, nilai ujian dari tiap mata pelajaran digabungkan untuk memperoleh skor total. Hal ini memastikan bahwa setiap aspek yang diujikan mendapatkan perhatian yang seimbang.
-
Pembulatan Skor Akhir
Total skor akan dilaporkan dalam rentang 0-100 dan dibulatkan hingga dua angka di belakang koma. Proses ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kemampuan peserta.
-
Kategori Capaian Hasil TKA
Nilai yang diperoleh kemudian dikelompokkan ke dalam empat kategori pencapaian, yaitu Istimewa, Baik, Memadai, dan Kurang. Kategori ini membantu peserta memahami posisi mereka dalam skala penilaian.
-
Rekapitulasi Statistik
Setelah semua data dikumpulkan, panitia akan menyusun rekapitulasi statistik hasil TKA sebagai laporan akhir. Data ini berguna untuk evaluasi dan perbaikan sistem seleksi di masa depan.
-
Pemberian Sertifikat Hasil TKA
Setelah seluruh proses penilaian selesai, peserta akan menerima sertifikat hasil TKA. Sertifikat ini diterbitkan oleh lembaga yang bertanggung jawab, seperti Kemendikdasmen.
-
Masa Berlaku Sertifikat
Sertifikat TKA tidak memiliki masa berlaku resmi, tetapi tes hanya bisa diikuti sekali oleh setiap siswa. Hal ini menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum mengikuti ujian.
-
Kebijakan Ujian Ulang
Tidak ada kebijakan ujian ulang untuk TKA. Namun, tersedia ujian susulan bagi siswa yang mengalami kendala teknis maupun pribadi. Hal ini memberikan kesempatan bagi peserta yang tidak bisa mengikuti ujian pada waktu yang ditentukan.
Dengan memahami sistem perhitungan nilai TKA, peserta dapat lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian. Strategi yang tepat serta pemahaman terhadap aturan penilaian akan membantu meningkatkan peluang meraih hasil yang maksimal.











