Gerak Cepat Wabup Wurja Tinjau Talud Longsor di Ketanggungan yang Jadi Akses Vital Warga

Talud Longsor Brebes
Wakil Bupati Brebes, Wurja bergerak cepat meninjau lokasi longsornya talud penahan tanah di sekitar jembatan penghubung Desa Ciseureuh dan Desa Jemasih, Kecamatan Ketanggungan. (Foto: Istimewa)

BREBES – Wakil Bupati Brebes, Wurja bergerak cepat meninjau lokasi longsornya talud penahan tanah di sekitar jembatan penghubung Desa Ciseureuh dan Desa Jemasih, Kecamatan Ketanggungan, Selasa (3/3/2026).

Talud tersebut dilaporkan ambruk dua kali dalam dua hari terakhir dan kini mengancam fondasi jembatan yang menjadi akses vital transportasi dan aktivitas ekonomi warga.

Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan, merumuskan langkah penanganan darurat, serta memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Dalam kunjungannya, Wurja berdialog langsung dengan warga terdampak dan menerima laporan teknis dari jajaran Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Keselamatan warga adalah prioritas. Penanganan tidak bisa ditunda. Semua pihak harus bergerak cepat dan terkoordinasi agar tidak ada korban dan akses segera dipulihkan,” tegasnya di lokasi.

Akibat longsor, akses kendaraan roda empat melalui jembatan tersebut terputus total. Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Ketanggungan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sindangjaya untuk memberlakukan pengalihan arus lalu lintas.

Kendaraan roda empat kini diarahkan melalui Pertigaan Desa Sindangjaya, melewati Desa Kamal, sebelum menuju Desa Jemasih. Petunjuk arah sementara telah dipasang untuk membantu pengguna jalan. Sementara itu, pengendara sepeda motor diimbau tetap berhati-hati karena kondisi jalan licin dan rawan longsor susulan.

Diketahui longsor pertama terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan. Material longsor menutup akses jalan raya yang menghubungkan Desa Ciseureuh dan Desa Jemasih, tepatnya di sekitar Pondok Pesantren Al-Huda Kamalayan.

Longsor memiliki panjang sekitar 17 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 10 meter. Peristiwa dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Ketanggungan sejak pagi, setelah beberapa hari sebelumnya kawasan tersebut juga diguyur hujan sehingga kondisi tanah menjadi gembur. Longsor susulan yang lebih parah terjadi pada malam harinya dan memperburuk kondisi talud hingga mengancam struktur jembatan.

Kepala Desa Ciseureuh, Darsono, melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Saat menuju lokasi, petugas sempat terjebak banjir di Jalan Raya Cikeusal Lor selama sekitar satu jam. Hingga kini, pembersihan material longsor belum dapat dilakukan secara optimal karena hujan masih turun dan listrik padam di lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Wurja tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan melakukan peninjauan hingga pukul 12.30 WIB. Ia didampingi Kepala BPBD Budi Darmawan, Sekretaris DPU Kabupaten Brebes Ismawan, dan Camat Ketanggungan Nuruddin.

Kemudian Kapolsek Ketanggungan Iptu Rofik Hidayat, perwakilan Danramil Ketanggungan Serka Dasro, Kepala UPTD Pengairan Wilayah Banjarharjo Taryono, serta Kepala Desa Ciseureuh Darsono beserta perangkat desa.