JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami pergerakan yang bervariasi pada hari Rabu (20/8/2025). Sebelumnya, IHSG ditutup di zona merah setelah turun sebesar 35,426 atau 0,45 persen menjadi 7.862,949 pada penutupan perdagangan Selasa (19/8/2025). Hal ini menunjukkan adanya tekanan jual dalam pasar saham.
Analis dari Phintraco Sekuritas mengatakan bahwa penutupan perdagangan Selasa melanjutkan aksi profit taking. Saat ini, sektor infrastruktur mengalami koreksi besar. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mengalami Death Cross dalam area overbought. Di sisi lain, indikator MACD mulai menunjukkan penurunan histogram positif.
Phintraco Sekuritas memprediksi bahwa volume jual masih mendominasi, meskipun tidak sebesar perdagangan pada hari sebelumnya. Dengan demikian, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji level support 7.800. Selain itu, IHSG juga akan mencoba menutup gap down yang terjadi sebelumnya.
Pada hari Rabu (20/8/2025), pasar akan menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Menurut konsensus, BI Rate kemungkinan akan dipertahankan pada level 5,25 persen. Ini adalah level yang sama dengan keputusan sebelumnya setelah menurunkan suku bunga sebesar 25 bps pada RDG Juli lalu.
Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa Bank Indonesia masih memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga lagi pada tahun ini, jika laju inflasi tetap terkendali dalam kisaran target BI, yaitu antara 1,5 persen hingga 3,5 persen.
Dalam catatan mereka, inflasi Mei hingga Juli mengalami kenaikan berturut-turut, dengan inflasi Juli 2025 mencapai 2,3 persen year-on-year (yoy). Meski ini merupakan angka tertinggi sejak Juni 2024, inflasi tersebut masih berada dalam kisaran target BI.
Secara global, pasar juga akan memperhatikan keputusan moneter bank sentral Tiongkok. Mereka diperkirakan akan mempertahankan Loan Prime Rate 1 tahun pada level 3 persen dan 5 tahun pada level 3,5 persen.
Keputusan ini disinyalir sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok di tengah ancaman perang tarif, melemahnya daya beli, serta mendorong pemulihan sektor properti.
Selain itu, pasar juga akan mencermati data inflasi Inggris bulan Juli 2025. Data ini diperkirakan naik menjadi 3,7 persen yoy dari 3,6 persen yoy di Juni 2025, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2024.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan pada hari Rabu (20/8/2025), seperti CPIN, LSIP, TAPG, MDKA, BRMS, dan PTRO. Rekomendasi ini berdasarkan analisis terhadap potensi pergerakan pasar dan kondisi teknikal.
Di sisi lain, analis MNC Sekuritas melihat pelemahan pada Selasa (19/8/2025) masih didominasi oleh tekanan jual. Namun, area koreksi minimal sudah tercapai. Dengan demikian, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG akan berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (3) pada label hitam.
Menurut MNC Sekuritas, IHSG masih memiliki ruang untuk menguat dan menguji level 8.025 hingga 8.102. Namun, pasar harus tetap waspada terhadap koreksi jangka pendek yang berada dalam rentang 7.815 hingga 7.831.
MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan, termasuk ADMR, BBRI, BKSL, dan ERAA. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis terhadap pergerakan pasar dan potensi kinerja saham-saham tersebut.
Rekomendasi Saham
Berikut adalah daftar saham yang direkomendasikan oleh analis:
- Phintraco Sekuritas: CPIN, LSIP, TAPG, MDKA, BRMS, PTRO
- MNC Sekuritas: ADMR, BBRI, BKSL, ERAA
Setiap rekomendasi didasarkan pada analisis teknikal dan fundamental pasar, serta potensi pergerakan harga saham di masa depan. Investor disarankan untuk melakukan riset lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi.












