Arif menilai normalisasi Sungai Rambut, perbaikan sistem drainase, serta reboisasi di lereng Gunung Slamet menjadi langkah penting untuk mencegah banjir berulang. Menurut Arif banjir di wilayah tersebut hampir terjadi setiap tahun, termasuk pada 2025 dengan ketinggian air yang hampir sama.
Ia mengingatkan bahwa tanpa penanganan menyeluruh, jalur Pantura berpotensi kembali lumpuh setiap musim hujan. Hingga berita ini ditayangkan, arus kendaraan di jalur Pantura Tegal–Pemalang dikabarkan masih tersendat dengan antrean panjang.
Beranda
Headline
Jalan Pantura Tegal-Pemalang Terendam Banjir, Antrean Kendaraan Mengular Lalu Lintas Nyaris Lumpuh
Jalan Pantura Tegal-Pemalang Terendam Banjir, Antrean Kendaraan Mengular Lalu Lintas Nyaris Lumpuh
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Menurut Ary, banjir terjadi lantaran intensitas hujan di wilayah Kabupaten Tegal cukup tinggi. Ia juga…

BREBES – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Patura, Pejagan, Kabupaten Brebes, pada Kamis…










