Jangan Dadakan, Ini Cara Benar Mengaktifkan Lampu Sein

Pentingnya Menggunakan Lampu Sein dengan Benar dalam Berkendara

JAKARTA – Menggunakan lampu sein secara tepat dan sesuai aturan sangat penting dalam berkendara. Lampu sein berfungsi sebagai alat komunikasi antara pengemudi satu sama lain, sehingga memungkinkan pengendara lain untuk mempersiapkan diri terhadap pergerakan kendaraan yang akan dilakukan. Namun, sering kali pengemudi melakukan tindakan mendadak tanpa memberikan pemberitahuan yang cukup.

Lampu sein seharusnya dinyalakan beberapa detik sebelum melakukan manuver seperti berbelok, berpindah jalur, atau menyalip. Hal ini memberi waktu bagi pengemudi lain untuk mengantisipasi dan mengambil tindakan yang tepat. Menyalakan lampu sein secara mendadak justru dapat menimbulkan bahaya, karena tidak memberi kesempatan bagi pengendara lain untuk merespons.

Menurut Supriyanto Farouq, Koordinator Dojo Kelas Berkeselamatan SMKN 2 Salatiga, pengemudi motor harus menyalakan lampu sein minimal selama 3 detik sebelum melakukan manuver. Dengan durasi tersebut, lampu sein bisa berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu memberi peringatan yang cukup agar pengemudi lain bisa bersiap.

Peraturan ini juga tercantum dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam pasal 112 dijelaskan bahwa pengemudi kendaraan yang ingin berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi lalu lintas di sekitarnya dan memberikan isyarat menggunakan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.

Farouq menjelaskan bahwa durasi lampu sein tidak boleh terlalu singkat maupun terlalu lambat. Jika terlalu singkat, pengemudi lain mungkin tidak sempat merespons, sedangkan jika terlalu lambat, hal itu bisa menyebabkan kebingungan. Oleh karena itu, pengemudi harus memperhatikan keseimbangan dalam penggunaan lampu sein.

Berikut adalah beberapa situasi di mana lampu sein harus dinyalakan:

  • Sebelum berbelok ke kiri atau kanan
  • Sebelum berpindah jalur
  • Sebelum mendahului kendaraan lain
  • Sebelum keluar atau masuk ke jalan utama (misal dari gang atau parkiran)
  • Saat akan berhenti atau menepi

Selain menyalakan lampu sein, pengemudi juga harus memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya. Kehati-hatian dan kesadaran akan keamanan sangat penting dalam berkendara. Tidak cukup hanya mengandalkan isyarat, tetapi juga memastikan bahwa lingkungan sekitar aman dan siap menghadapi pergerakan kendaraan.

Dengan mengikuti aturan penggunaan lampu sein, pengemudi tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman dan harmonis. Kesadaran akan pentingnya lampu sein merupakan langkah kecil yang bisa memberikan dampak besar dalam menjaga keselamatan berkendara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *