Kontraktor Lokal Buktikan Kualitas Bangunan, Rehab Rp 2 Miliar SLB Negeri Brebes Tuntas

SLB Negeri Brebes
Pembangunan Konstruksi Rehabilitasi Gedung Sekolah Negeri Paket 8 (SLB Negeri Brebes) rampung tepat waktu. (Foto: Istimewa)

Pekerjaan rehabilitasi ini juga sejalan dengan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dalam memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki fasilitas yang layak, inklusif, dan berkelanjutan. Revitalisasi tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sadimen, mengatakan bahwa layanan pendidikan bagi anak-anak disabilitas di Kabupaten Brebes tidak hanya ditopang oleh SLB Negeri, tetapi juga diperkuat oleh keberadaan SLB swasta.

“Selain SLB Negeri di Kabupaten Brebes, juga terdapat SLB swasta, yaitu SLB Mutiara Hati di Bumiayu. Dengan demikian, pelayanan pendidikan bagi anak-anak disabilitas dapat dilaksanakan secara bersama dan saling melengkapi antara SLB negeri dan swasta,” ujar Sadimin.

Menurut Sadimen, apabila ke depan hasil analisis kebutuhan menunjukkan perlunya tambahan satuan pendidikan baru, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbuka untuk melakukan kajian secara komprehensif. “Melalui kajian yang matang, kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Brebes apabila diperlukan pendirian sekolah baru,” jelasnya

Ia menegaskan, pemerintah memiliki komitmen kuat agar seluruh anak disabilitas usia sekolah dapat mengakses pendidikan secara layak. “Kami selalu berkomitmen agar anak-anak disabilitas dapat menjalani pendidikan dengan baik, aman, dan bermutu,” tegasnya.

Terkait rehabilitasi SLB Negeri Brebes, Sadimen berharap peningkatan sarana dan prasarana dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan menyenangkan. “Dengan fasilitas ruang pembelajaran yang lebih baik, guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan tenang, berinovasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, kenyamanan dan rasa aman yang dirasakan siswa akan mendorong berkembangnya potensi dan bakat mereka. “Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, sehingga talenta mereka tumbuh dan mampu melahirkan prestasi,” pungkas Sadimin.

Keberhasilan CV Kuat Jaya Karya menyelesaikan proyek rehabilitasi SLB Negeri Brebes menjadi contoh bahwa pembangunan daerah akan lebih kuat ketika melibatkan potensi lokal. Tidak hanya menggerakkan roda ekonomi daerah, tetapi juga menghadirkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil pembangunan itu sendiri.

Revitalisasi SLB Negeri Brebes kini bukan sekadar bangunan baru, melainkan simbol kolaborasi antara pemerintah, penyedia jasa lokal, dan dunia pendidikan bersatu untuk menciptakan ruang belajar yang lebih baik bagi anak-anak istimewa, demi masa depan yang lebih inklusif.