Jateng  

Longsor Jepara Hancurkan Jalan dan Jembatan, Warga Cari Jalur Alternatif

Bencana Tanah Longsor Menutup Akses Jalan Utama di Jepara

JEPARA – Banyak titik longsoran yang dilaporkan menutupi jalan utama menuju Kota Jepara akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat (9/1/2026) dan berdampak signifikan terhadap masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengungkapkan bahwa akses jalan satu-satunya bagi warga yang ingin pergi ke daerah lain atau ke kota kini tertutup. Saat ini, jalur tersebut hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

Ia menjelaskan bahwa pembersihan material longsoran telah dilakukan di beberapa titik, sehingga akses hingga kawasan Kedung Ombo kini dapat digunakan untuk kendaraan roda dua. Namun, di lokasi Kedung Ombo, sekitar 60–70 meter badan jalan dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.

Hanya tersisa bahu jalan selebar sekitar 50 sentimeter yang digunakan sebagai akses darurat. Warga yang berani masih bisa melewati jalan tersebut dengan sangat hati-hati, sementara pejalan kaki sebagian besar tidak berani melintas.

Setelah melewati Kedung Ombo, masih ada beberapa titik longsoran lainnya baik sebelum maupun sesudah jembatan besi hingga jembatan merah di jalur tikungan. Meskipun begitu, sebagian besar titik tersebut sudah dapat dilewati sepeda motor.

BPBD Jepara berharap bahu jalan yang menjadi jalur darurat tidak kembali tergerus banjir. Jika kondisi tersebut rusak kembali, pihaknya akan menyiapkan opsi darurat dengan pemasangan perahu yang diikat tali sebagai sarana penyeberangan sementara.

Arwin juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan para pemuda setempat, termasuk komunitas motor trail di wilayah Damarwulan.

Mereka berencana mencari jalur alternatif melalui Medono yang tembus ke jalur atas menuju Dukuh Duplak. Jika jalur alternatif tersebut memungkinkan untuk dilalui, BPBD akan mengirimkan alat berat guna melakukan perapian dan penanganan darurat.

Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Jepara, tercatat puluhan titik longsor di Desa Tempur, dengan 18 titik di antaranya termasuk dalam kategori besar. Beberapa titik longsor menutupi badan jalan dengan panjang bervariasi, mulai dari 6 meter hingga lebih dari 100 meter, serta ketebalan material antara 0,5 hingga 2 meter.

Beberapa titik terdampak juga dilaporkan mengalami kerusakan serius, seperti badan jalan yang hilang total akibat tergerus aliran Sungai Kali Gelis, pagar jembatan yang tersapu longsor, hingga sungai yang berpindah alur dan menggerus permukiman warga.

BPBD Jepara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, serta membatasi aktivitas melintasi jalur rawan longsor demi keselamatan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *