“Lengko itu makanan yang penting kenyang, bukan bergizi,” kata Talarik.
Menurut Talarik, jika efisiensi dilakukan dengan mengorbankan kualitas, maka yang diuntungkan adalah pemilik modal, bukan masyarakat penerima manfaat. Tak hanya itu, mahasiswa juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru honorer.
“Kita juga tuntut kenaikan haji guru honorer,” kata Talarik.
Mereka menilai terdapat ketimpangan ketika karyawan MBG akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sementara guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun masih menerima gaji yang relatif rendah tanpa kepastian status.
Beranda
Headline
Mahasiswa di Tegal Demo Menu Nasi Lengko MBG: Itu Bukan Bergizi, yang Penting Kenyang
Mahasiswa di Tegal Demo Menu Nasi Lengko MBG: Itu Bukan Bergizi, yang Penting Kenyang
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Polisi sebagai Pelayan Publik, Perlu Berbenah dengan Masukan Masyarakat JAKARTA – Irjen Gatot Repli Handoko,…

Peran Kapolri dalam Komite Reformasi Polri JAKARTA – Ketua Komite Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan…







