Tips Menghemat Konsumsi BBM Saat Mudik Nataru
JAKARTA – Mudik pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa menjadi momen yang tepat untuk menguji performa kendaraan, terutama dalam hal konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Dengan melakukan perjalanan jauh, pemilik kendaraan dapat mengetahui seberapa efisien mobil mereka dalam mengonsumsi BBM selama perjalanan. Hal ini juga membantu memastikan bahwa mobil dalam kondisi optimal sebelum kembali digunakan.
Hardi Wibowo, pemilik Aha Motor Yogyakarta, menjelaskan bahwa konsumsi BBM pada suatu mobil dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menurutnya, teknologi mesin dan kapasitas mesin memiliki pengaruh besar terhadap efisiensi penggunaan BBM.
Semakin besar kapasitas mesin, biasanya semakin boros penggunaannya. Selain itu, mesin lama atau yang masih menggunakan karburator cenderung lebih boros dibandingkan mesin modern.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi BBM
-
Performa Mesin dan Transmisi
Hardi menekankan bahwa performa mesin dan transmisi sangat berpengaruh pada konsumsi BBM. Jika mesin dalam kondisi sehat, maka akan tercipta efisiensi yang baik. Mesin bertugas menghasilkan tenaga secara optimal dan efisien, sedangkan transmisi dan kopling mentransfer tenaga ke roda penggerak dengan efisien pula. Dengan demikian, setiap liter BBM yang digunakan dapat diubah menjadi tenaga yang maksimal, sehingga jarak tempuh bisa ditingkatkan.
-
Gaya Mengemudi
Cara mengemudi juga memengaruhi konsumsi BBM. Jika ingin irit, pengemudi disarankan menerapkan mode eco driving, yaitu dengan menginjak pedal gas secukupnya dan meminimalkan pengereman. Percepatan dan pengereman adalah dua hal yang saling bertolak belakang, sehingga pengemudi harus menginjak gas secara pelan dan konstan agar tidak terlalu banyak BBM terbuang. Selain itu, pengemudi harus memastikan tidak terlalu sering mengerem agar BBM bisa digunakan secara maksimal.
-
Kondisi Jalan
Kondisi jalan juga berpengaruh pada konsumsi BBM. Jika jalan lancar, pengemudi dapat mengatur kecepatan secara konstan tanpa perlu sering mengerem. Sebaliknya, jika jalan tersendat, pengemudi cenderung harus mengerem dan mempercepat berkali-kali, yang berdampak pada peningkatan konsumsi BBM. Dalam kondisi macet, mobil sering berhenti dengan mesin menyala, sehingga BBM terbuang percuma meskipun jarak tempuh nol.
-
Beban Kendaraan
Beban kendaraan seperti jumlah penumpang, barang bawaan, kemiringan jalan, serta tekanan ban yang kurang juga memengaruhi konsumsi BBM. Ketika beban meningkat, mesin harus bekerja lebih keras, sehingga pengemudi harus menginjak gas lebih dalam. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan penggunaan BBM.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, pengemudi dapat lebih waspada dan mengoptimalkan cara berkendara agar BBM lebih hemat.
Terlebih saat mudik, yang sering kali melibatkan perjalanan jauh dan kondisi lalu lintas yang beragam. Dengan persiapan yang matang dan gaya mengemudi yang baik, konsumsi BBM bisa diminimalkan dan perjalanan menjadi lebih efisien.












