Penemuan Jasad Wanita Muda di Lahan Kosong Jakarta Selatan
JAKARTA – Pengungkapan kasus penemuan jasad seorang wanita muda yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lahan kosong di belakang Gudang Tiki Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terus berlangsung.
Korban diketahui merupakan salah satu terapis di Delta Spa, sebuah tempat spa yang berada di kawasan tersebut. Saat ini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Identitas Korban Masih Dicari
Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Citra Ayu mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan identitas asli dari korban.
Ia menyatakan bahwa korban memang bekerja sebagai terapis di salah satu tempat spa di daerah Pejaten, Jakarta Selatan. Namun, perbedaan antara foto KTP dengan wajah korban saat ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) membuat proses identifikasi menjadi lebih rumit.
Peristiwa Penemuan Mayat
Jasad korban ditemukan di lahan kosong di belakang Gudang Tiki Pejaten pada Kamis (3/10/2025). Sebelumnya, sempat terdengar suara teriakan perempuan di belakang ruko Pejaten Office Park sekitar pukul 04.00 WIB.
Informasi ini didapatkan setelah polisi menginterogasi saksi berinisial AM, yaitu satpam di ruko tersebut. AM kemudian mencari sumber suara tersebut bersama saksi lainnya berinisial U.
Keduanya menggunakan tangga untuk mengecek bagian belakang Gudang Tiki karena tertutup tembok setinggi tiga meter. Setelah melihat adanya seorang perempuan tergeletak, U langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek Pasar Minggu.
Karakteristik Korban
RTA, demikian nama panggilan korban, dikenal sebagai sosok yang pendiam. Sebelum meninggal, ia sempat curhat tentang tekanan yang dialaminya di tempat kerja.
Menurut keterangan rekan kerjanya, RTA hanya bekerja di Delta Spa selama sebulan. Sebelumnya, ia bekerja sebagai terapis di Bali selama delapan bulan. Keputusan RTA untuk bekerja di Jakarta dilakukan atas keinginannya sendiri meskipun keluarga sempat melarangnya.
Tekanan di Tempat Kerja
Fahrul Rozi, kakak dari RTA, mengungkapkan bahwa adiknya sempat mencurahkan isi hati tentang tekanan yang dialaminya di tempat kerja.
Salah satu hal yang mencolok adalah permintaan pembayaran denda sebesar Rp 50 juta jika RTA ingin berhenti bekerja dari tempat spa tersebut. Meski begitu, RTA tetap bersikeras untuk mandiri dan membuktikan kesuksesannya demi membahagiakan sang ibu.
Penyelidikan Terus Berlangsung
Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa 15 saksi terkait kasus kematian RTA. Salah satu saksi yang diperiksa adalah manajer Delta Spa.
Kasat Reskrim AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan bahwa pihaknya masih mendalami motif korban meninggalkan mess terapis. Menurutnya, manajer spa tidak mengetahui alasan korban keluar dari mess.
Hasil Autopsi dan Pemeriksaan Laboratorium
Polisi juga menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium dari RS Polri Kramatjati untuk mengetahui penyebab pasti kematian RTA. Korban setelah ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit dan dilakukan otopsi serta pengambilan sampel organ tubuhnya.
Proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap apakah ada unsur lain yang menyebabkan korban meninggalkan tempat tinggalnya sebelum ditemukan meninggal dunia.
Dugaan Awal dan Peristiwa Teriakan Perempuan
Dugaan awal dari Kasat Reskrim AKBP Ardian Satrio Utomo adalah korban jatuh atau melompat dari lantai lima gedung Delta Spa.
Ada jejak telapak kaki di dinding sebelah gedung, mengarah pada kemungkinan korban naik ke atas beton panjang sebelum terjatuh. Selain itu, para saksi tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut karena sedang beristirahat saat insiden terjadi.
Usia Korban Simpang Siur
Informasi dari satpam setempat menyebutkan bahwa RTA baru bekerja di Delta Spa selama dua bulan dan berniat kabur dari mess tempat tinggalnya.
Usianya pun masih simpang siur, diduga antara di bawah umur hingga 23 tahun. Pihak keamanan enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai alasan korban ingin meninggalkan pekerjaannya.
Misteri yang Belum Terpecahkan
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah korban tewas akibat kecelakaan atau tindakan pidana. Tidak ditemukan adanya konflik antara korban dan rekan kerjanya, sehingga dugaan keterlibatan pihak internal masih lemah.
Namun, suara jeritan yang terdengar sebelum penemuan jasad menambah teka-teki dalam kasus ini. Apakah ada hubungan dengan pihak eksternal?
Sorotan Publik dan Tuntutan Keadilan
Kasus ini menyita perhatian luas masyarakat, terutama karena menyangkut pekerja perempuan yang diduga masih di bawah umur. Banyak pihak menyoroti lemahnya pengawasan terhadap tempat kerja seperti spa dan salon yang kerap mempekerjakan tenaga kerja muda tanpa perlindungan hukum yang memadai.
Organisasi perlindungan anak dan perempuan mulai angkat suara, menuntut investigasi menyeluruh dan transparan. Mereka juga mendorong pemerintah untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap tempat kerja yang berisiko tinggi bagi perempuan muda.
Tragedi yang Harus Menjadi Momentum
Kematian RTA bukan sekadar angka statistik. Ia adalah simbol dari banyaknya pekerja muda yang berjuang dalam senyap, menghadapi tekanan dan risiko tanpa perlindungan yang layak.
Tragedi ini harus menjadi momentum bagi semua pihak, pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, untuk berbenah dan memastikan bahwa tak ada lagi RTA-RTA lain yang harus kehilangan nyawa dalam kesendirian dan misteri.












