Orang yang Suka Kereta Api, Ini 5 Ciri Khasnya Menurut Psikologi

Mengapa Banyak Orang Lebih Memilih Naik Kereta Api Daripada Pesawat

JAKARTA – Banyak orang merasa aneh ketika mendengar bahwa seseorang lebih memilih naik kereta api daripada pesawat. Mereka sering mengira alasan utamanya adalah karena masalah lingkungan atau rasa takut terbang. Tapi sebenarnya, ada banyak hal lain yang membuat seseorang memilih perjalanan dengan kereta api.

Pilihan transportasi kita mencerminkan cara kita berpikir dan mengelola waktu, kontrol, risiko, serta perhatian. Jika Anda lebih memilih kereta daripada pesawat, mungkin ada beberapa alasan yang membuat Anda merasa nyaman dengan pilihan tersebut. Berikut ini adalah beberapa hal yang sering dialami oleh para penggemar kereta api:

Mereka Menikmati Perjalanan, Bukan Hanya Tujuan

Beberapa orang hanya ingin sampai ke tujuan dengan cepat. Namun, bagi penggemar kereta api, perjalanan itu sendiri menjadi bagian penting dari pengalaman. Psikolog menyebutnya sebagai “savoring”, yaitu kemampuan untuk menikmati momen-momen yang indah secara penuh.

Dari kursi jendela hingga cahaya yang berubah, ritme rel, dan waktu yang terasa lebih santai, kereta api memberikan kesempatan untuk merasakan setiap detik. Seperti kata Seneca, “Bukan karena kita memiliki waktu hidup yang singkat, tetapi karena kita membuang banyak waktu.” Dengan kereta api, waktu terasa seperti bahan yang bisa dimanfaatkan, bukan hambatan.

Menikmati perjalanan bukanlah hal pasif. Ini adalah pilihan untuk fokus pada detail dan membiarkan sistem saraf Anda rileks. Karena itu, tiba di tujuan terasa lebih tenang, bukan sekadar pemulihan setelah perjalanan melelahkan.

Mereka Menghargai Otonomi dan Kendali atas Proses

Di bandara, Anda harus mengikuti instruksi yang diberikan—mulai dari tempat berdiri, apa yang harus dilepas, hingga kapan harus bergerak. Sementara itu, di kereta api, Anda lebih banyak mengendalikan pengalaman Anda sendiri.

Anda bebas memilih tempat duduk, membawa minuman, berdiri kapan saja, bahkan berjalan ke gerbong kafe jika perlu. Tidak ada keharusan untuk memperhatikan pengumuman atau mengikuti aturan yang terlalu rumit. Bagi sebagian orang, otonomi ini sangat penting karena mengurangi stres antisipatif dan memberi rasa kendali.

Kontrol mengembalikan rasa aman dan mengurangi respons ancaman. Dengan adanya pilihan-pilihan kecil ini, Anda bisa bekerja, tidur sejenak, meregangkan tubuh, atau bahkan pindah gerbong untuk mencari ketenangan. Hal-hal kecil ini berkontribusi pada kenyamanan yang lebih besar.

Mereka Mengoptimalkan untuk Kemudahan Kognitif, Bukan Drama

Perjalanan udara sering kali membebani otak dengan berbagai keputusan kecil, mulai dari parkir, shuttle, antrean, keamanan, hingga perubahan gerbang. Semua hal ini bisa menyebabkan kelelahan mental sebelum pesawat bahkan berangkat.

Sementara itu, kereta api mengurangi beban kognitif. Ada satu stasiun, satu peron, satu kursi, dan satu ritme. Semakin sedikit hal yang tidak diketahui, semakin sedikit kewaspadaan yang dibutuhkan. Kewaspadaan yang berkurang memungkinkan Anda untuk lebih fokus pada membaca, berpikir, atau istirahat yang benar-benar nyata.

Meskipun kereta bisa terlambat, variabilitasnya terjadi dalam lingkungan yang konsisten. Konsistensi ini memberi rasa tenang dan memungkinkan memori kerja Anda tidak terbebani oleh hal-hal yang tidak perlu.

Mereka Mengaitkan Perjalanan dengan Nilai-Nilai: Tempat, Orang, Planet

Bagi banyak orang yang lebih memilih kereta api, perhitungan tidak hanya tentang waktu dan biaya. Ini juga tentang keselarasan dengan nilai-nilai pribadi.

Kereta api memungkinkan Anda melihat tanah yang dilewati, berhenti di kota-kota kecil yang biasanya tidak dilalui pesawat. Hal ini membangun rasa akan tempat dan mendukung pusat-pusat kecil seperti stasiun atau kafe.

Selain itu, ada aspek lingkungan. Kesesuaian dengan nilai-nilai pribadi terasa tenang, dan ketenangan ini menjadi teman perjalanan yang luar biasa. Keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai sering kali terlihat irasional dari luar, tapi dari dalam, mereka efisien dan bermakna.

Mereka Mengejar Aliran dan Fokus Mendalam

Blok waktu yang panjang dan tidak terputus jarang terjadi, tapi kereta api memberikannya kepada Anda. Tidak ada penundaan atau gangguan kecil yang mengganggu konsentrasi.

Aliran menyukai batasan, dan ruang yang bergerak, jendela yang jelas, serta colokan listrik memberikan batas yang sempurna. Anda bisa membaca, merancang proyek, atau membersihkan kotak masuk tanpa adrenalin yang berlebihan.

Pemandangan alam yang berlalu memberikan “fascination lembut”—stimulus yang cukup untuk membuat Anda segar, bukan terpecah. Perhatian Anda reset tanpa lonjakan dopamin.

Perjalanan dengan kereta api bukan hanya tentang sampai ke tujuan. Itu adalah waktu produktif yang membuat Anda merasa puas. Ketika waktu perjalanan juga menjadi waktu yang bermanfaat, Anda mulai mengejar keadaan itu. Dan setelah turun, Anda merasa seperti baru saja mendapatkan satu hari yang lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *