Membangun Ekosistem Kolaboratif untuk Kesiapan Talent
JAKARTA – Di tengah percepatan transformasi ekonomi nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda penting yang tidak bisa ditunda. Dunia pendidikan dan industri harus bergerak sejalan dalam menyiapkan talenta yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam konteks ini, kemitraan lintas sektor menjadi pendekatan krusial dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan pelaku industri dianggap sebagai kunci dalam memperkuat daya saing nasional.
Studi dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan bahwa negara dengan sinergi kuat antara universitas dan industri mampu mencatat pertumbuhan produktivitas hingga dua kali lebih cepat. Hal ini semakin relevan di tengah transformasi ekonomi digital dan meningkatnya kebutuhan akan talenta yang adaptif dan berdaya saing global.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) dan Universitas Prasetiya Mulya secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan kemitraan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, riset, serta pemberdayaan masyarakat.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh SEVP Human Capital BRI Steven Yudhianto dan Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya Fathony Rahman, DBA, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua institusi. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem kolaboratif yang mengintegrasikan keunggulan industri dan akademik.
Melalui kerja sama ini, kedua institusi akan menjajaki berbagai inisiatif strategis, termasuk pengembangan kapabilitas kepemimpinan, penguatan kompetensi profesional, serta perluasan akses pendidikan lanjutan yang relevan dengan dinamika kebutuhan industri. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan talenta dalam menghadapi transformasi sektor keuangan, teknologi, dan ekonomi berkelanjutan.
Selain itu, kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan riset terapan, keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran, serta pemberdayaan UMKM melalui pendekatan berbasis pengetahuan dan inovasi.
Sinergi ini tidak hanya memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan industri, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah yang berkelanjutan bagi berbagai pemangku kepentingan.
SEVP Human Capital BRI Steven Yudhianto menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia dan mendukung transformasi organisasi secara berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa pengembangan talenta menjadi fondasi utama dalam memastikan kesiapan organisasi menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. Kolaborasi dengan Universitas Prasetiya Mulya diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembelajaran dan pengembangan kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya Fathony Rahman menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan talenta dan kemajuan bangsa. Sebagai institusi pendidikan, universitas ini berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang relevan, aplikatif, dan berdampak.
Kemitraan dengan BRI merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, serta mendukung pengembangan pemimpin masa depan yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Melalui kemitraan ini, diharapkan dapat membangun fondasi pengembangan talenta yang berkelanjutan, memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan industri, serta mendukung transformasi ekonomi nasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari kontribusi nyata kedua institusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.












