Pep Guardiola Kaget Dengan Cemooh Fans Leeds Saat Jeda Buka Puasa

Peristiwa Berbuka Puasa dalam Pertandingan yang Mengundang Kontroversi

JAKARTA – Pada pertandingan antara Leeds United melawan Manchester City di Liga Inggris, terjadi sebuah insiden yang menarik perhatian publik. Insiden tersebut terkait dengan jeda buka puasa yang diberikan kepada pemain Muslim selama pertandingan. Kejadian ini memicu reaksi beragam dari berbagai pihak, termasuk pelatih dan pendukung.

Pertandingan yang digelar di Elland Road pada Minggu (1/3/2026) dini hari WIB berlangsung cukup sengit. Pada menit ke-12, wasit Peter Bankes menghentikan pertandingan untuk memberi kesempatan kepada beberapa pemain Muslim yang sedang menjalani puasa Ramadan. Tiga pemain yang terlibat adalah Rayan Cherki, Rayan Ait-Nouri, dan Omar Marmoush. Mereka diberi waktu sekitar satu menit untuk berbuka puasa, termasuk mengambil makanan dan minuman di pinggir lapangan.

Namun, jeda tersebut tidak sepenuhnya disambut dengan baik oleh sebagian pendukung Leeds United. Beberapa dari mereka memberikan cemoohan dan nyanyian yang dinilai ofensif. Padahal, sebelumnya, telah dipasang pesan di layar besar stadion yang mengingatkan para penggemar bahwa para pemain sedang berbuka puasa.

Respons dari Pelatih Manchester City

Menyadari sikap para pendukung yang tidak sopan tersebut, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan respons. Ia menegaskan bahwa agama dan keberagaman harus dihormati. “Ini dunia modern, kan? Lihat apa yang terjadi di dunia saat ini,” ujar Guardiola.

Ia menekankan bahwa hal tersebut bukanlah aturan yang dibuat oleh klub atau pelatih, melainkan kebijakan yang disepakati bersama. “Liga Inggris mengatakan tidak apa-apa jika berbuka puasa satu atau dua menit, jadi para pemain melakukannya. Begitulah kenyataannya.”

Tanggapan dari Pelatih Leeds United

Di sisi lain, pelatih Leeds United juga memberikan komentar mengenai insiden tersebut. Meskipun ia mengaku fokus pada pertandingan, ia menyatakan kekecewaannya terhadap beberapa pendukung yang memberikan reaksi negatif. “Saya fokus pada pertandingan jadi saya tidak terlalu mendengarnya,” katanya. “Tetapi saya kecewa dengan beberapa pendukung karena hal itu terjadi.”

Pernyataan dari Kick It Out

Organisasi anti-rasisme dan diskriminasi, Kick It Out, juga merespons insiden ini. Mereka menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan beberapa penggemar Leeds United yang mencemooh pemain Manchester City saat berbuka puasa.

“Kami sangat mengecewakan bahwa beberapa penggemar Leeds United mencemooh ketika para pemain Manchester City berbuka puasa selama babak pertama pertandingan di Elland Road malam ini,” tulis pernyataan Kick It Out.

Mereka menyoroti bahwa pengumuman tentang jeda buka puasa sudah disampaikan melalui layar besar. “Menghentikan sementara permainan untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa selama Ramadan telah menjadi protokol yang disepakati selama beberapa tahun terakhir.”

Kick It Out menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari upaya menjadikan olahraga lebih ramah bagi pemain dan komunitas Muslim. Namun, mereka juga mengakui bahwa sepak bola masih memiliki banyak hal yang perlu diperbaiki dalam hal pendidikan dan penerimaan.

Hasil Pertandingan

Meskipun insiden tersebut mengundang perhatian, pertandingan tetap berlangsung hingga akhir. Leeds United dan Manchester City saling berusaha memperoleh kemenangan. Akhirnya, Manchester City berhasil memetik kemenangan tipis 1-0 di markas Leeds United.

Gol kemenangan The Citizens dicetak oleh Antoine Semenyo pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya di menit 45+2. Kemenangan ini membawa poin penuh bagi tim asuhan Guardiola, meskipun peristiwa berbuka puasa tetap menjadi topik utama yang dibahas setelah pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *