Waspadai 2 Modus Penipuan Baru di WhatsApp, Kerugian Jutaan Rupiah Mengancam

Waspadai Modus Penipuan di WhatsApp yang Menyebabkan Kerugian Besar

JAKARTA – Belakangan ini, banyak pengguna WhatsApp mengalami kerugian akibat modus penipuan yang semakin canggih. Dua jenis penipuan yang viral di media sosial adalah modus scan QRIS dan scam lewat fitur share screen. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Modus Scan QRIS

Salah satu kasus penipuan yang viral terjadi melalui modus scan QRIS. Seorang perempuan menjadi korban setelah berbelanja sampo seharga Rp 10.000 di aplikasi TikTok.

Setelah itu, ia menerima panggilan dari nomor WhatsApp yang mengaku dari pihak ekspedisi. Pelaku menyatakan bahwa paket yang diterimanya salah kirim atau tertukar dengan pelanggan lain.

Pelaku kemudian memberikan nomor resi palsu dan meminta korban untuk melakukan refund. Korban diminta untuk login ke akun mobile banking Mandiri miliknya terlebih dahulu.

Setelah berhasil masuk, korban diminta untuk scan barcode QRIS yang disediakan oleh pelaku. Nominal yang muncul adalah sebesar Rp 1.010.000.

Korban mencurigai hal tersebut dan bertanya apakah jumlah tersebut terlalu besar. Pelaku menjawab bahwa tidak apa-apa, dan korban hanya perlu mentransfer balik sebesar Rp 1.000.000. Namun, setelah scan, saldo korban langsung berkurang sebesar Rp 1.010.000.

Ahli keamanan siber, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa ada dua metode dalam QRIS, yaitu QRIS Bayar dan QRIS Transfer. QRIS Bayar digunakan saat pengguna scan kode dari penjual, sedangkan QRIS Transfer terjadi ketika pengguna scan kode dari pengguna lain, sehingga dana langsung ditarik dari akun.

Alfons menyarankan agar masyarakat lebih waspada saat bertransaksi barang murah di media sosial atau e-commerce. Juga, penting untuk tidak mudah percaya kepada siapa pun yang meminta scan kode QR atau data pribadi.

2. Penipuan Melalui Fitur Share Screen di WhatsApp

Modus penipuan kedua adalah melalui fitur share screen di WhatsApp. Fitur ini memungkinkan pengguna membagikan layarnya kepada lawan bicara. Biasanya, penipuan dilakukan dengan mengirimkan link malware agar bisa melihat isi ponsel korban.

Namun, kini para penipu menggunakan aplikasi populer yang sudah terpasang di iPhone atau Android pengguna. Mereka memanfaatkan fitur share screen untuk melihat aktivitas di ponsel secara real-time.

FBI mengungkapkan bahwa penipu menggunakan trik phantom hacker scam. Awalnya, korban menerima telepon atau pesan yang mengaku berasal dari bank.

Dengan alasan akun diretas, korban diarahkan untuk memindahkan uang ke rekening “aman”. Pelaku akan memandu korban untuk mengikuti langkah-langkah tertentu.

Di tengah panggilan, pelaku meminta korban mengaktifkan fitur share screen. Saat layar dibagikan, penipu dapat melihat semua aktivitas di ponsel, termasuk chat, foto, kode OTP, informasi sensitif, dan data finansial.

FBI menegaskan bahwa cukup satu klik saja, dan penipu bisa melihat segalanya di layar smartphone korban. Dengan data tersebut, mereka bisa mengambil alih akun, menguras rekening, atau menyalahgunakan data pribadi.

Tips Menghindari Penipuan di WhatsApp

Untuk menghindari modus penipuan di WhatsApp, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Jangan mudah percaya pada panggilan atau pesan yang mengaku dari pihak ekspedisi, bank, atau instansi lain.
  • Hati-hati saat scan QRIS, terutama jika diminta login ke akun perbankan.
  • Jangan aktifkan fitur share screen ke orang asing, kecuali dalam situasi yang sangat jelas dan aman.
  • Periksa ulang nomor resi dan informasi transaksi sebelum melakukan pembayaran.
  • Jangan klik link atau unduh file dari sumber yang tidak diketahui.
  • Selalu perbarui aplikasi dan sistem operasi ponsel untuk mendapatkan perlindungan terbaru.

Dengan kesadaran dan kehati-hatian, kita bisa mengurangi risiko menjadi korban penipuan di WhatsApp. Selalu waspada dan jangan ragu untuk memeriksa kembali informasi yang diberikan oleh pihak lain.