Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan saat ini terdapat dua opsi penanganan akses jalan yang ambrol.
Pertama, merelokasi jalur jalan dengan memanfaatkan tanah bengkok di sekitar lokasi. Kedua, mempertahankan jalur eksisting dengan membangun talud atau penahan tebing sungai yang longsor.
“Untuk alternatif kedua, kemungkinan gedung paling depan harus dibongkar agar akses jalan bisa dibuka kembali. Setelah itu penanganan dilanjutkan di tikungan jalan yang terdampak longsor,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski dipindahkan sementara ke gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah yang berjarak sekitar 200–300 meter dari lokasi.
“Jumlah siswa kami ada 108 orang. Untuk sementara menggunakan gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah sekitar 200 meter dari lokasi. Kegiatan belajar masih berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah bersama Amal Usaha Muhammadiyah juga telah menyiapkan lokasi alternatif untuk relokasi sekolah yang dinilai lebih aman dari potensi longsor susulan. Usulan tersebut telah disampaikan kepada dinas terkait dan saat ini masih menunggu proses pengecekan.
Beranda
Headline
Bupati Paramitha Dampingi Gubernur Tinjau Longsor Cilibur, Pemkab Brebes Siapkan Penanganan
Bupati Paramitha Dampingi Gubernur Tinjau Longsor Cilibur, Pemkab Brebes Siapkan Penanganan
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Ia berharap kedatangan gubernur dan bupati dapat mempercepat proses penanganan dan pembangunan kembali akses jalan…

“Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, nggak usah latah, nggak usah kemrungsung….










