Cara Mengatur Minum Saat Ramadan, Dokter Surabaya Beri Pola Efektif Cegah Dehidrasi

Pentingnya Hidrasi yang Teratur Saat Puasa Ramadan

JAKARTA – Menjaga kesehatan selama bulan Ramadan menjadi fokus utama bagi banyak orang. Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga hidrasi tubuh, mengingat waktu minum hanya tersedia dari berbuka hingga sahur.

Kekurangan cairan dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari rasa lemas hingga gangguan serius.

Dokter dari RSIA Kendangsari Merr Surabaya, dr. Karlina Amalia, menyarankan pola minum yang teratur untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh. Menurutnya, jumlah air yang diminum tidak cukup, tetapi juga penting untuk memperhatikan waktu dan cara minum agar efektif.

Pola 2-2-2 untuk Menjaga Hidrasi

Salah satu metode yang direkomendasikan adalah pola 2-2-2. Pola ini terdiri dari:

  • 2 gelas air saat berbuka puasa
  • 2 gelas air setelah berbuka (malam hari)
  • 2 gelas air sebelum tidur atau saat sahur

Dengan pembagian ini, tubuh akan menerima asupan cairan secara bertahap dan optimal. Hal ini membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh tanpa membuat rasa tidak nyaman.

Menghindari Minum Berlebihan

Dr. Karlina Amalia menegaskan bahwa minum berlebihan dalam satu waktu tidak efektif. Misalnya, jika seseorang minum 1–2 liter air sekaligus saat sahur, tubuh akan segera mengeluarkan kelebihan cairan melalui urine. Ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan tidak membantu tubuh lebih tahan terhadap rasa haus.

Oleh karena itu, disarankan untuk minum secara perlahan dan teratur, bukan dalam jumlah besar sekaligus.

Peran Sahur dalam Menjaga Energi dan Hidrasi

Sahur memiliki peran penting dalam menjaga energi dan hidrasi selama berpuasa. Dengan mengonsumsi makanan bergizi dan cukup, tubuh akan tetap bugar dan siap menjalani aktivitas harian.

Selain itu, makanan yang dikonsumsi saat sahur juga dapat memberikan nutrisi tambahan yang diperlukan oleh tubuh. Makanan seperti buah, sayur, serta minuman yang kaya akan elektrolit sangat dianjurkan.

Asupan Nutrisi dan Suplemen

Jika asupan nutrisi sudah cukup dari makanan sehari-hari, suplemen vitamin biasanya tidak diperlukan. Namun, dalam kondisi tertentu seperti tubuh sedang tidak fit atau pada ibu hamil, penggunaan suplemen bisa dilakukan sesuai anjuran dokter.

Suplemen sebaiknya diminum setelah sahur karena penyerapan nutrisi lebih efektif setelah makan. Ini membantu meningkatkan efektivitas suplemen yang dikonsumsi.

Tips Tambahan untuk Menjaga Kesehatan Selama Ramadan

Selain pola minum dan makan, ada beberapa hal lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan selama Ramadan:

  • Hindari konsumsi minuman berkafein atau beralkohol
  • Lakukan aktivitas ringan agar tubuh tetap segar
  • Istirahat cukup agar tubuh tidak mudah lelah
  • Jaga kebersihan lingkungan dan makanan

Dengan menjaga pola hidup yang sehat, puasa bisa dijalani dengan lancar dan penuh manfaat. Tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mental dan emosional.

Dengan memperhatikan aspek hidrasi, makanan, dan istirahat, seseorang bisa tetap sehat dan bugar selama bulan Ramadan. Pemahaman tentang kebutuhan tubuh dan cara merawatnya menjadi kunci utama dalam menjalani puasa dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *