Gaji Dibawa Kabur Mandor, Pemudik Jalan Kaki Cengkareng-Temanggung

Pemudik Jalan Kaki
Kanit Registrasi dan Identifikasi (KRI) Satlantas Polres Brebes, Ipda Yusuf berbincang dengan pemudik yang jalan kaki dari Cengkareng menuju Temanggung. (Foto: Istimewa)

BREBES — Seorang buruh bangunan bernama Selamet Susanto (40) nekat berjalan kaki dari Cengkareng, Jakarta Barat, menuju kampung halamannya di Temanggung, Jawa Tengah. Aksi nekat ini dilakukan lantaran ia tidak memiliki ongkos usai gajinya diduga dibawa kabur oleh sang mandor.

Pria paruh baya tersebut ditemukan dalam kondisi kelelahan oleh petugas di pinggir jalan wilayah Brebes, Jawa Tengah, Jumat (20/3/2026). Selamet diketahui telah memulai perjalanannya sejak Selasa (17/3/2026) lalu.

“Yang bersangkutan kami ketahui dalam kondisi kelelahan di pinggir jalan. Setelah kami tanyakan, ternyata berjalan kaki dari Cengkareng karena tidak memiliki ongkos,” ujar Kasatlantas AKP Ahmad Zainurrozaq melalui Kanit Registrasi dan Identifikasi (KRI) Satlantas Polres Brebes, Ipda Yusuf, Jumat (20/3/2026).

Melihat kondisi Selamet yang memprihatinkan, petugas kemudian membawanya ke Pos Pelayanan (Posyan) Valet and Ride Polres Brebes di Nasmoco untuk beristirahat dan memulihkan tenaga.

Sebagai bentuk kemanusiaan, pihak kepolisian memutuskan untuk memfasilitasi kepulangan Selamet agar sampai ke tujuan dengan aman. Melalui program Valet and Ride, Selamet diberangkatkan menggunakan bus menuju Semarang, sebelum nantinya melanjutkan perjalanan ke Temanggung.

“Anggota memfasilitasi pemudik tersebut agar dapat melanjutkan perjalanan dengan aman,” tutur Yusuf.

Program Valet and Ride Polda Jawa Tengah sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada 13-19 Maret 2026. Program ini awalnya dirancang untuk membantu pemudik roda dua agar perjalanan lebih nyaman dan aman.

Namun, dalam praktiknya, kepolisian menegaskan bahwa fasilitas ini juga disiagakan untuk membantu pemudik dalam kondisi darurat, seperti yang dialami oleh Selamet.