Isi Surat Siswa SD NTT Sebelum Meninggal: Mama, Saya pergi

Penemuan Siswa Sekolah Dasar yang Meninggal Dunia di Kebun Neneknya

JAKARTA – Seorang siswa sekolah dasar ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung pada dahan pohon cengkeh di kebun milik neneknya di Desa Nenowea, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Kejadian ini terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban melakukan tindakan bunuh diri setelah meninggalkan surat perpisahan.

Di sekitar lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang bukti penting, termasuk tali nilon, pakaian korban, dan selembar kertas tulisan tangan dalam bahasa daerah Ngada. Surat tersebut berisi pesan perpisahan dari korban kepada ibunya. Jika diterjemahkan, isi surat tersebut antara lain:

  • Mama saya pergi dulu
  • Mama relakan saya pergi (meninggal)
  • Jangan menangis ya Mama
  • Mama saya pergi (meninggal)
  • Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya
  • Selamat tinggal Mama

Surat tersebut memberikan gambaran bahwa korban memiliki perasaan sedih dan ingin mengakhiri hidupnya. Pernyataan-pernyataan dalam surat tersebut menunjukkan bahwa korban tidak ingin orang terdekatnya menderita akibat kepergiannya.

Beberapa jam sebelum kejadian, korban sempat beristirahat bersama ibunya dan mengeluh sakit kepala. Ibunya menasihati agar tidak mandi hujan karena dapat memperburuk kondisi kesehatannya. Pagi hari berikutnya, sekitar pukul 07.30 WITA, korban dibangunkan untuk berangkat ke sekolah. Namun, ia masih merasa pusing dan tidak ingin pergi. Meskipun demikian, ibunya tetap mendorong anaknya untuk pergi ke sekolah karena selama minggu itu korban sering tidak masuk.

Pada pukul 08.00 WITA, korban dititipkan kepada tukang ojek untuk diantar ke pondok milik neneknya, Welumina Nenu, karena seragam sekolah berada di sana. Di pondok tersebut, korban sempat terlihat belajar di bale-bale oleh saksi GK dan RB. Saat ditanya mengapa tidak pergi ke sekolah, korban menjawab masih merasa sakit kepala.

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.00 WITA, saksi KD yang hendak mengikat kerbau di sekitar pondok nenek korban menemukan korban tergantung pada salah satu dahan pohon cengkeh. KD langsung berteriak meminta pertolongan, dan warga sekitar segera menghubungi petugas Pospol Jerebuu.

Petugas Polres Ngada tiba di lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian, melakukan olah TKP, serta mengidentifikasi jenazah korban sebelum membawanya ke Puskesmas Dona Jerebuu untuk visum et repertum. Di lokasi, petugas juga menemukan beberapa barang bukti, seperti tali nilon, pakaian korban, dan surat perpisahan yang tertulis dalam bahasa daerah Ngada.

Kasus ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.