Perubahan Berat Badan yang Tidak Wajar, Bisa Jadi Tanda Masalah Tiroid
JAKARTA – Apakah Anda pernah mengalami penurunan berat badan drastis meskipun makan dalam jumlah besar? Atau sebaliknya, naiknya berat badan tanpa perubahan nafsu makan yang signifikan? Jangan terburu-buru menyalahkan diet Anda. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kelenjar tiroid sedang tidak sehat.
Kelenjar tiroid adalah organ kecil yang bentuknya seperti kupu-kupu dan terletak di leher, tepat di bawah jakun. Meski beratnya hanya sekitar 15 hingga 25 gram, kelenjar ini memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme sel, pertumbuhan, serta perkembangan tubuh manusia secara keseluruhan.
Menurut dr. Irma Wahyuni, SpPD, Subsp.EMD(K), FINASIM, ketika fungsi tiroid terganggu, keseimbangan tubuh akan terganggu. Gangguan pada kelenjar tiroid biasanya dibagi menjadi dua kondisi utama: hipertiroid dan hipotiroid.
Hipertiroid: Kelenjar Terlalu Aktif
Hipertiroid terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon dalam jumlah berlebihan. Akibatnya, metabolisme tubuh bekerja lebih cepat dari biasanya. Gejala yang sering muncul antara lain:
- Penurunan berat badan yang cepat tanpa perubahan pola makan.
- Merasa kepanasan dan mudah berkeringat.
- Tangan gemetar (tremor) dan jantung berdebar kencang.
- Emosional yang tidak stabil, seperti cemas, mudah marah, atau bicara terbata-bata.
Penyebab umum dari hipertiroid adalah penyakit autoimun yang disebut Graves’ Disease. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada wanita usia reproduktif, meskipun pria juga bisa mengalaminya. Jika tidak segera ditangani, hipertiroid dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, hingga stroke.
Hipotiroid: Kelenjar Tidak Aktif
Sebaliknya, hipotiroid terjadi ketika produksi hormon tiroid berkurang. Penyebab utamanya seringkali adalah penyakit autoimun Hashimoto Thyroiditis. Dalam kondisi ini, tubuh berjalan lebih lambat daripada biasanya.
Gejala yang muncul meliputi:
- Peningkatan berat badan drastis.
- Sering merasa kedinginan.
- Sulit buang air besar.
- Kerontokan rambut, kulit kering, suara serak, dan detak jantung yang melambat.
Secara psikologis, penderita hipotiroid cenderung mudah sedih, depresi, dan sering lupa. Pada kasus berat, mereka bisa mengalami pembengkakan tubuh dan penurunan kesadaran.
Khusus untuk Lansia
Pada populasi lansia, gejala hipotiroid sering kali tidak jelas atau dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Mereka mungkin tidak merasa kedinginan atau mengalami peningkatan berat badan.
Sebaliknya, gejala yang muncul bisa berupa gangguan pendengaran, gerak yang terbatas, atau penurunan indra perasa. Hal ini membuat diagnosis sulit dilakukan, sehingga pengobatan sering terlambat.
Pengelolaan Gangguan Tiroid
Gangguan pada kelenjar tiroid dapat dikelola dengan baik jika didiagnosis tepat waktu. Langkah awal yang penting adalah pemeriksaan fisik, USG tiroid, dan tes laboratorium hormon. Pengobatan akan disesuaikan dengan jenis gangguannya.
Untuk hipotiroid, dokter biasanya memberikan terapi hormon pengganti. Sedangkan untuk hipertiroid, fokusnya adalah menurunkan aktivitas hormon melalui obat-obatan atau terapi nuklir.
Investasi untuk Kesehatan Jangka Panjang
Kesehatan tiroid sangat penting untuk menjaga kualitas hidup. Dengan gaya hidup sehat dan deteksi dini, Anda dapat mempertahankan keseimbangan tubuh dan menghindari komplikasi serius. Jadi, jangan abaikan tanda-tanda kecil yang muncul. Selalu perhatikan kondisi tubuh dan konsultasikan ke dokter jika ada hal yang mencurigakan.












