Kebiasaan Meninggalkan Charger Terpasang di Stop Kontak Bisa Menimbulkan Risiko
JAKARTA – Banyak orang terbiasa meninggalkan charger ponsel atau perangkat lainnya terpasang di stop kontak meski sudah selesai mengisi daya. Alasan utamanya adalah rasa malas untuk mencabutnya dan pikiran bahwa akan digunakan kembali nanti. Meskipun kebiasaan ini tampak sepele, para ahli kelistrikan menyarankan agar kebiasaan ini dikurangi karena ada beberapa risiko yang sering tidak disadari.
Salah satu risiko utama dari kebiasaan ini adalah konsumsi listrik tersembunyi, yang dikenal sebagai phantom load atau vampire power. Charger yang tetap terhubung ke stop kontak, meskipun tidak digunakan, masih menarik daya listrik dalam jumlah kecil. Meskipun tidak besar, jika dilakukan secara terus-menerus, hal ini bisa memengaruhi tagihan listrik dalam jangka panjang.
Selain masalah energi, keamanan dan umur pakai charger juga menjadi perhatian. Charger yang terus terhubung ke stop kontak cenderung tetap hangat, sehingga komponen di dalamnya lebih cepat rusak. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada bagian dalam charger, bahkan berpotensi memicu korsleting atau kebakaran, terutama jika charger sudah tua, rusak, atau berkualitas rendah.
Risiko tambahan muncul di rumah dengan anak-anak atau hewan peliharaan. Kabel charger yang menjuntai bisa ditarik, digigit, atau terinjak tanpa sengaja. Gigitan atau tarikan tersebut bisa merusak kabel dan membuat bagian beraliran listrik terbuka. Meskipun charger tidak sedang mengisi daya, ujungnya tetap dialiri listrik. Jika kabel rusak hingga bagian dalamnya terbuka, hal ini bisa memicu sengatan listrik atau korsleting.
Penggunaan charger dan kabel yang tidak sesuai spesifikasi juga bisa memperburuk situasi. Misalnya, jika kepala charger memiliki daya besar namun dipasang dengan kabel berkualitas rendah atau tidak kompatibel, maka panas yang dihasilkan tidak tersalurkan dengan baik. Akibatnya, charger menjadi lebih panas dari biasanya, meningkatkan risiko kerusakan dan mempercepat usia pakai charger.
Ahli kelistrikan menilai bahwa mencabut charger dari colokan bukanlah tindakan berlebihan, melainkan kebiasaan kecil yang memberikan manfaat jangka panjang. Dengan mencabut charger, pengguna bisa menjaga keawetan alat, mengurangi konsumsi listrik, dan mengurangi risiko keselamatan di rumah.
Untuk solusi yang lebih praktis, pengguna bisa menggunakan stop kontak dengan sakelar. Setelah selesai mengisi daya, cukup matikan sakelar stop kontak. Dengan demikian, aliran listrik bisa diputus tanpa perlu mencabut adaptor satu per satu. Langkah sederhana ini bisa menjadi solusi bagi mereka yang sering lupa atau malas mencabut charger dari colokan listrik.












