Jawaban Sir Jim Ratcliffe, Guardiola: Bukan Isu Utama Negara

Pandangan Pep Guardiola Mengenai Isu Imigrasi

JAKARTA – Pep Guardiola, pelatih Manchester City, menegaskan bahwa menganggap warga pendatang sebagai penyebab masalah negara adalah tindakan yang salah. Pernyataan ini muncul setelah Sir Jim Ratcliffe, pemilik saham minoritas Manchester United, menyatakan bahwa Inggris saat ini dijajah oleh imigran.

Meskipun Ratcliffe telah meminta maaf atas pilihan katanya yang dinilai ofensif, Guardiola merasa perlu untuk menekankan perspektif kemanusiaan dalam isu global ini.

”Saya menghormati Sir Jim Ratcliffe, namun dunia saat ini menghadapi masalah besar di mana kita cenderung memperlakukan pendatang sebagai akar permasalahan negara. Padahal, itu bukan kesalahan mereka,” ujar Guardiola.

Ia menekankan bahwa setiap orang lahir di tempat tertentu tanpa bisa memilih. Tidak ada seorang pun yang bisa memilih di mana mereka dilahirkan.

Guardiola juga menyoroti pentingnya melihat sisi keberuntungan kelahiran. Ia berbicara tentang bagaimana seorang Catalan dan orang Inggris tidak memiliki kendali atas tempat kelahiran mereka. Setiap orang hanya ingin kehidupan dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka.

Dalam perjalanan karierya, Guardiola telah melanglang buana dari Spanyol, Italia, Meksiko, Qatar hingga Jerman. Ia menilai bahwa mobilitas manusia adalah hal yang alami di era modern. Keberagaman budaya justru menjadi kekayaan yang membentuk kepribadian suatu bangsa.

Menurut Guardiola, sebagian besar orang meninggalkan Tanah Air bukan karena keinginan, melainkan karena terpaksa oleh keadaan. Di Manchester City, ia membuktikan bahwa keberagaman adalah kekuatan.

Contohnya adalah para pemain dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda, seperti pemeluk Kristen dan Muslim, yang dapat bekerja sama dalam harmoni yang penuh rasa hormat.

”Masalah sering diciptakan oleh para elite atau pemimpin. Kita sebagai bagian dari peradaban harus membangun kerukunan itu sendiri, tanpa harus bergantung pada instruksi atasan,” tambahnya.

Persiapan Menghadapi Piala FA

Di sisi teknis, Manchester City tengah bersiap menjamu Salford City pada putaran keempat Piala FA. Namun, kondisi penyerang andalan Erling Haaland masih menjadi pertanyaan. Pemain asal Norwegia tersebut sempat ditarik keluar pada babak pertama saat City menundukkan Fulham.

”Kondisinya belum 100 persen, namun tim medis menyatakan bukan cedera serius. Kami akan memantau perkembangannya sebelum laga,” jelas Guardiola.

Bagi Guardiola, Piala FA memiliki tempat spesial di hati. Ia mengaku sangat menikmati atmosfer stadion kecil dan antusiasme suporter tim dari kasta bawah. Pengalaman bertandang ke stadion dengan atmosfer yang begitu organik akan menjadi kenangan yang ia bawa seumur hidup.

Masalah dengan Rodri

Sementara itu, kabar kurang baik datang dari Rodri. Gelandang andalan City tersebut didakwa Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas dugaan tindakan tidak pantas. Hal ini buntut dari komentarnya yang mempertanyakan netralitas wasit Robert Jones dalam laga melawan Tottenham awal bulan ini.

Rodri sempat mengeluhkan gol Dominic Solanke yang dinilai berbau pelanggaran terhadap Marc Guehi. ”Saya tahu kami sudah menang terlalu banyak dan orang-orang tidak ingin kami menang, tetapi wasit harus netral. Ini tidak adil karena kami bekerja sangat keras. Ketika semuanya berakhir seperti itu, anda merasa frustrasi,” kata Rodri usai pertandingan.

Dalam sebuah pernyataan, FA menyatakan bahwa gelandang tersebut bertindak dengan cara yang tidak pantas selama wawancara media pasca pertandingan dengan membuat komentar yang menyiratkan bias dan/atau mempertanyakan integritas ofisial pertandingan. Hal itu bertentangan dengan aturan FA 3.1. Rodri memiliki waktu hingga Rabu 18 Februari untuk memberikan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *