Kementerian Kesehatan Pastikan Tidak Ada Kasus Nipah di Indonesia
JAKARTA – Kementerian Kesehatan memastikan bahwa hingga saat ini belum ada kasus virus Nipah yang terkonfirmasi di Indonesia. Meskipun demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan mengenai munculnya penyakit menular berbahaya tersebut di India.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan. Indonesia masih dalam kondisi aman dari virus yang memiliki tingkat kematian tinggi tersebut.
Informasi Terkini Mengenai Virus Nipah di India
Berdasarkan pemantauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 23 Januari 2026, terdapat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di Benggala Barat, India. Kasus tersebut dilaporkan terjadi pada tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit, tanpa adanya laporan kematian.
Virus Nipah pertama kali ditemukan di Malaysia pada tahun 1998 dan sejak itu telah dilaporkan muncul di beberapa negara Asia seperti India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina. Penyakit ini termasuk infeksi zoonosis, yaitu penularannya bisa terjadi dari hewan ke manusia.
Sumber Penularan dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Sumber utama penularan virus Nipah adalah kelelawar dan hewan lain seperti babi. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, terutama melalui urin, air liur, darah, atau cairan tubuh lainnya. Masa inkubasi virus ini berkisar antara 4 hingga 14 hari.
Pada kasus dengan gejala berat, tingkat kematian dapat mencapai 40–75 persen. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat spesifik untuk mengobati penyakit ini.
Langkah Pemerintah dalam Antisipasi Penularan
Menanggapi situasi ini, Kemenkes melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah potensi penyebaran virus Nipah di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:
- Menerbitkan disease alert melalui laman resmi infeksiemerging.kemkes.go.id
- Memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan dari negara atau wilayah yang melaporkan kasus virus Nipah
- Meningkatkan pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut dari luar negeri
- Mewajibkan pelaku perjalanan luar negeri melapor melalui aplikasi All Indonesia
- Memperkuat deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan
- Mengoptimalkan pelaporan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta SINKARKES
- Menyebarluaskan materi edukasi tentang virus Nipah kepada masyarakat
Pencegahan Penularan yang Harus Dilakukan
Meski Indonesia masih bebas dari virus Nipah, Kemenkes mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan langkah pencegahan sederhana. Beberapa cara yang disarankan antara lain:
- Tidak mengonsumsi buah yang sudah digigit oleh kelelawar
- Mencuci dan mengupas buah sebelum dimakan
- Memasak daging hingga matang
- Menghindari konsumsi nira atau air aren mentah
- Menghindari kontak dengan hewan sakit
- Menjaga daya tahan tubuh dengan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat
Bagi pelaku perjalanan dari India atau negara lain yang melaporkan kasus Nipah, Kemenkes menyarankan untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, muntah, atau penurunan kesadaran hingga 14 hari setelah kepulangan.
Tetap Waspada Tanpa Panik
Kehadiran virus Nipah di negara lain menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama. Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, langkah pencegahan, informasi yang akurat, dan deteksi dini tetap menjadi kunci untuk menjaga situasi tetap aman. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti anjuran pemerintah secara aktif.












