Keluarga Korban Mutilasi Dalam Koper di Brebes Minta Pelaku Dihukum Mati

Mutilasi Dalam Koper
Keluarga dari Sapri korban pembunuhan dan mutilasi dalam koper meminta pelaku Rokib mendapat hukuman mati lantaran tindakan pelaku sangat keji, di kediamannya di Desa Pende, Banjarharjo, Brebes. (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, kepolisian mengungkap motif pembunuhan terhadap Sapri yang jasadnya dimasukkan ke dalam koper di sebuah rumah kosong di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah pada Senin (16/2/2026).

Diketahui pelaku bernama Rokib atau R (45), warga Desa Sukareja, Banjarharjo ditangkap kurang dari sehari saat bersembunyi di rumah istrinya di Majalengka, Jawa Barat.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, menyebut pelaku mengaku marah setelah ditampar oleh korbannya lantaran pelaku belum membayar utang.

“Pelaku ini merasa kesal dan emosi saat ditagih utang. Di mana korban memang sempat menampar pelaku. Sehingga pelaku emosi dan sempat mengambil batu di dekatnya dan memukul korban,” kata AKBP Lilik di Mapolres Brebes, Selasa (17/2/2026).

Pelaku dikenakan Pasal 479 Nomor 1 Tahun 2023 KUHP terbaru dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan Pasal 458 Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Dikenakan pasal berlapis. Karena pada saat pelaku menghabisi korban, pelaku juga mengambil ponsel dan uang milik korban sebesar Rp 15.622.000,” tandasnya.

Selain itu, polisi juga masih mendalami dugaan apakah pelaku memang telah merencanakan pembunuhan itu sebelumnya.

Sebelumnya, warga Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah digemparkan dengan penemuan mayat dalam koper di sebuah rumah kosong di desa setempat, Senin (16/2/2026).

Saat ditemukan, warga tak mengetahui identitasnya. Mayat pertama kali ditemukan oleh saudara dari pemilik rumah pada siang hari untuk bersih-bersih. Saat itu, saudara pemilik rumah itu mencium bau amis.

Setelah ditelusuri, ternyata ada koper yang ditutup pasir di salah satu ruangan rumah yang belum selesai pengerjaannya.

“Karena penasaran, koper itu digeser-geser pakai besi holo dan ternyata ada jari tangan yang kelihatan di dalam koper tersebut,” kata Rohandi kepada wartawan.