Kehidupan dan Karier Abiem Ngesti, Sang Pangeran Dangdut
JAKARTA – Abiem Ngesti adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah musik dangdut Indonesia. Ia dikenal dengan julukan Pangeran Dangdut yang melekat pada dirinya karena kepiawaiannya dalam menciptakan lagu-lagu yang fenomenal di awal tahun 1990-an.
Lagu pertamanya yang berjudul “Pangeran Dangdut” menjadi awal dari kesuksesannya. Album pertama yang dirilisnya sangat laris, hingga ayahnya, Wiwien Ngesti, mampu membeli mobil baru dari royalti album tersebut.
Setelah kesuksesan awal, Abiem terus mengeluarkan album-album lain yang semakin memperkuat posisinya sebagai bintang dangdut muda. Salah satunya adalah album “Ini Dangdut” yang dirilis pada tahun 1992.
Dalam album ini, ia pernah melakukan duet dengan Iis Dahlia dan Dewi Purwati. Kesuksesan kembali datang melalui album “Slow Rock” dan “Kugenggam Dunia”, yang dirilis pada pertengahan 1990-an.
Selanjutnya, Abiem merilis album “Leila” yang diproduksi oleh ayahnya sendiri, Wiwien Ngesti. Lagu “Sonia” kemudian menjadi salah satu karya yang semakin menegaskan kedudukannya di dunia musik dangdut.
Pada tahun 1994, ia mencoba eksperimen dengan lagu “Gadis Baliku” yang menggabungkan elemen musik dangdut, rap, dan etnik. Lagu ini juga menggunakan kata “Ole ole ole” sebagai bagian dari liriknya.
Tahun 1994 juga merupakan masa ketika Piala Dunia sedang berlangsung secara global. Lagu “Gadis Baliku” menjadi pencapaian terbesar dalam kariernya sebelum ia meninggal.
Video klip lagu ini dibuat di Tanah Lot Bali, yang menampilkan keindahan alam Indonesia pada saat itu. Di dalam video tersebut, Abiem juga menunjukkan kesadaran sosial dan budaya Indonesia yang sangat menarik.
Album kesebelasnya, “Dahsyat”, menjadi karya terakhir yang dirilis sebelum ia meninggal. Prestasi karier Abiem Ngesti tidak hanya terbatas pada album dan lagu saja.
Ia mendapatkan penghargaan HDX Awards untuk album “Pangeran Dangdut”. Selain itu, ia juga masuk nominasi BASF Awards pada awal 1990-an. Video klip “Dahsyat” bahkan meraih Anugerah Dangdut TPI.
Pada tahun 2015, lagu “Ini Dangdut” digunakan sebagai soundtrack film Hollywood berjudul “Blackhat” yang disutradarai oleh Michael Mann. Film ini syutingnya dilakukan di beberapa negara seperti Amerika, China, Hongkong, Malaysia, dan Indonesia.
Sayangnya, karier Abiem terhenti secara tragis pada tahun 1995 ketika ia masih berusia 16 tahun. Ia meninggal bersama ibundanya Yuli Ismawati (39 tahun), adiknya Sakti (6 tahun), dan pamannya Kaswito (43 tahun) beserta anak Kaswito, Prima (10 tahun) dalam kecelakaan lalu lintas di Kudus. Mobil yang mereka tumpangi menabrak truk gandeng saat sedang berangkat bersama keluarga besar.
Meskipun telah tiada, Abiem tetap dikenang melalui lagu-lagunya yang terus dibawakan oleh penyanyi lain. Beberapa lagu populer yang sering dinyanyikan antara lain “Pangeran Dangdut”, “Ini Dangdut”, “Rocker Dangdut”, “Bandar Dangdut”, “Sekarang Dangdut”, “Sonia”, “Dahsyat”, dan karya-karya lainnya. Kehadirannya di dunia musik dangdut tetap menjadi kenangan indah bagi para penggemarnya.












