Kondisi Sekolah NTT Memburuk, Siswa Berharap Perbaikan

Kondisi Sekolah yang Mengkhawatirkan di Nusa Tenggara Timur

JAKARTA – Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, serta mengembangkan potensi diri. Di sana, siswa seharusnya merasa terlindungi dan memiliki akses ke fasilitas yang mendukung proses pendidikan secara optimal.

Namun, kenyataannya tidak semua sekolah di Indonesia dapat memenuhi harapan tersebut. Terutama di daerah terpencil, banyak sekolah masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sarana dan prasarana.

Kondisi ini kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video menampilkan suasana belajar di salah satu sekolah di Nusa Tenggara Timur. Video tersebut menunjukkan kondisi ruang kelas SMPN 48 Sa Ate Gaikiu, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, yang mengalami kerusakan parah.

Atap bangunan tampak rusak, sementara pondasi gedung juga dalam keadaan memprihatinkan. Hal ini membuat warganet prihatin dan menyuarakan pentingnya perbaikan infrastruktur pendidikan.

Ruang Kelas yang Rusak Berat

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @niamaris97 pada Jumat, (13/2/2026), terlihat bahwa sebagian besar atap bangunan telah terlepas. Kayu-kayu penyangga juga tampak patah dan berserakan di dalam ruangan, menciptakan kesan kumuh.

Para siswa duduk di lantai tanah, di antara puing-puing bangunan yang runtuh. Meskipun dalam kondisi serba terbatas, proses belajar tetap berlangsung dengan semangat tinggi dari para siswa.

Sekolah Belum Diresmikan untuk Renovasi

SMPN 48 Sa Ate Gaikiu baru diresmikan pada Mei 2024. Bangunan sekolah ini menggunakan material bambu dan lantai tanah, yang dinilai tidak cukup kuat menghadapi cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda adanya renovasi yang dilakukan. Hal ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, termasuk keluhan terhadap pemerintah yang dinilai lambat dalam menangani masalah infrastruktur pendidikan.

Beberapa pengguna media sosial menyampaikan kekecewaan mereka. Salah satunya, akun @dbsbiy menulis, “Sangat menyedihkan sekali, mereka adalah warga Indonesia juga.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pemerataan infrastruktur pendidikan, terutama di daerah terpencil.

Bantuan dari Polri

Menanggapi situasi darurat tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Polda Nusa Tenggara Timur segera bertindak. Mereka memasang dua unit tenda pleton sebagai ruang kelas sementara dan memberikan 100 buah meja serta kursi untuk mendukung proses belajar-mengajar. Langkah ini dilakukan agar kegiatan pembelajaran tetap bisa berjalan tanpa harus menunggu proses pembangunan ulang gedung sekolah.

Tenda darurat ini memberikan rasa aman bagi siswa dan guru, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan. Upaya ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu tindakan lebih lanjut dari pemerintah daerah atau pusat.

Pentingnya Fasilitas Pendidikan yang Layak

Kondisi sekolah di NTT menjadi pengingat bahwa fasilitas pendidikan yang layak bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi merupakan kebutuhan dasar. Fasilitas yang baik sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan, keamanan, dan semangat belajar anak.

Dengan demikian, perlu adanya perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan bahwa semua anak di Indonesia memiliki akses ke pendidikan yang layak dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *