Langganan Banjir di Perkotaan Brebes, Penanganan Terkendala Anggaran

Banjir Perkotaan Brebes
Kawasan Alun-alun Brebes yang menjadi langganan banjir di wilayah Perkotaan Brebes. (Foto: Istimewa)

BREBES – Banjir langganan yang terjadi di wilayah perkotaan Brebes menjadi PR bagi Pemerintah Kabupaten Brebes. Banjir yang terjadi setiap hujan dengan intensitas tinggi dan durasi kurang dari tiga jam, kerap merendam kawasan Alun-alun Brebes, pendopo, dan Kelurahan Pasarbatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes, Dani Asmoro mengatakan, untuk penanganan banjir di wilayah perkotaan masih terkendala dengan keterbatasan anggaran. Namun demikian, pihaknya terus berupaya untuk mengurangi dampak banjir di wilayah tersebut.

“Kita tahu bahwa Alun-alun Brebes berada di kawasan cekungan. Lebih rendah dari jalan raya. Jadi solusi yang paling mudah adalah pompanisasi. Kami siapkan pompa enam unit di kawasan alun-alun dan pendopo,” kata Dani Asmoro, beberapa hari lalu.

Dia melanjutkan, untuk penanganan banjir di Kelurahan Pasarbatang, pada bulan Januari ini akan segera dilakukan normalisasi besar di sungai Kamal dengan bergotong royong. Menurut dia, penanganan di Pasarbatang harus konfrehensif. Namun karena keterbatasan anggaran, baru dilakukan normalisasi dan perbaikan saluran drainase tidak menyeluruh.

“Di hilir belum disentuh karena keterbatasan anggaran. Saat ini kita mengoptimalkan pompa pembuangan di Pasarbatang. Kalau intensitas hujan tinggi dan dengan pompa yang ada, kita belum mampu. Ditambah lagi di hilir masih ada beberapa sumbatan yang harus segera dinormalisasi,” lanjut Dani.

Dani melanjutkan, untuk penanganan banjr di kawasan perkotaan membutuhkan anggaran cukup besar, meskipun pihaknya belum bisa memperkirakan kebutuhan anggaran. Namun, untuk normalisasi sungai Kamal sebagai induk irigasi ke wilayah hilir, membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar.

“Kami belum estimasi semuanya untuk normalisasi. Tapi sungai Kamal juga itu bisa sampai dua miliar. Kami juga butuh penambahan pompa agar banjir bisa kita tangani lebih cepat. Kemarin di Pasarbatang durasinya lima jam dan kami upayakan akan agar bisa surut lebih cepat,” tandasnya.