TEGAL – Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Tegal, Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Jumat (27/2/2026).
Dalam aksi itu, mahasiswa di antaranya dari Universitas Pancasaksi (UPS) dan Universitas Harkat Negeri menyoroti sejumlah isu nasional dan daerah. Mulai dari reformasi kepolisian, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), peredaran narkoba, hingga kesejahteraan guru honorer.
Aksi berlangsung damai dan mendapat sambutan langsung dari Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, Sekretaris Daerah Agus Dwi Sulistyantono, serta Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya. Para mahasiswa bahkan diajak duduk bersama untuk berdialog dan menyampaikan tuntutan secara terbuka.
Presiden Mahasiswa UPS, M. Al Talarik Gemilang menyampaikan bahwa reformasi Polri dinilai belum berjalan secara nyata. Menurutnya, upaya evaluasi yang selama ini disampaikan belum mampu menghapus citra negatif akibat ulah oknum.
“Menuntut reformasi Polri secara nyata. Karena kita sering mendengar, Polri selalu bilang akan mengevaluasi diri, namun ternyata oknum tetap masih banyak,” kata Talarik.
Mahasiswa juga menyoroti persoalan peredaran narkoba di wilayah Tegal, Brebes, dan Pemalang. Mereka menilai aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan BNN, perlu bertindak lebih tegas agar peredaran narkotika tidak semakin merusak generasi muda.
Selain itu, program MBG turut menjadi sorotan. Mahasiswa mempertanyakan efektivitas program tersebut terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Mereka menilai keberadaan MBG belum memberikan dampak signifikan bagi dunia pendidikan.
Talarik juga menyinggung dugaan ketidaktepatan pengelolaan anggaran dalam program tersebut. Ia menyebut adanya perbedaan antara besaran anggaran yang diterima pengelola dengan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
“Kami mempertanyakan apakah ada praktik penyimpangan dalam program MBG. Anak-anak hanya menerima porsi sekitar Rp10 ribu, sementara pengelola bisa menerima jutaan rupiah per hari,” tegasnya.
Mahasiswa bahkan mencontohkan adanya kasus di Tegal, di mana menu yang diberikan berupa nasi lengko. Menu tersebut dinilai lebih menitikberatkan pada rasa kenyang dibandingkan nilai gizi yang seharusnya menjadi tujuan utama program.
Beranda
Headline
Mahasiswa di Tegal Demo Menu Nasi Lengko MBG: Itu Bukan Bergizi, yang Penting Kenyang
Mahasiswa di Tegal Demo Menu Nasi Lengko MBG: Itu Bukan Bergizi, yang Penting Kenyang
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Polisi sebagai Pelayan Publik, Perlu Berbenah dengan Masukan Masyarakat JAKARTA – Irjen Gatot Repli Handoko,…

Peran Kapolri dalam Komite Reformasi Polri JAKARTA – Ketua Komite Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan…







