“Lengko itu makanan yang penting kenyang, bukan bergizi,” kata Talarik.
Menurut Talarik, jika efisiensi dilakukan dengan mengorbankan kualitas, maka yang diuntungkan adalah pemilik modal, bukan masyarakat penerima manfaat. Tak hanya itu, mahasiswa juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru honorer.
“Kita juga tuntut kenaikan haji guru honorer,” kata Talarik.
Mereka menilai terdapat ketimpangan ketika karyawan MBG akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sementara guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun masih menerima gaji yang relatif rendah tanpa kepastian status.
Beranda
Headline
Mahasiswa di Tegal Demo Menu Nasi Lengko MBG: Itu Bukan Bergizi, yang Penting Kenyang
Mahasiswa di Tegal Demo Menu Nasi Lengko MBG: Itu Bukan Bergizi, yang Penting Kenyang
Rekomendasi untuk kamu

BREBES – Ribuan relawan dan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Brebes melakukan…

Strategi Demonstrasi Tandingan yang Ketinggalan Zaman JAKARTA – Dalam berbagai situasi sosial dan politik, sering…

Selain keberhasilan ekspor bawang merah ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina, pemerintah daerah saat ini…

Adapun sepuluh tuntutan mahasiswa itu di antaranya, evaluasi dan audit anggaran program MBG dan KDMP…








