Pemadaman Listrik Dikeluhkan Peternak Ayam di Brebes, Khawatir Mesin Tetas Telur Terganggu

Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi tanpa pemberitahuan dikeluhkan para peternak ayam di Kabupaten Brebes. (Foto: Istimewa)

BREBES – Pemadaman listrik bergilir yang belakangan terjadi tanpa pemberitahuan dikeluhkan para peternak ayam di Kabupaten Brebes. Salah satunya Sudar (56), peternak ayam asal Desa Siasem Pulo, Kecamatan Wanasari, yang khawatir gangguan listrik dapat menghambat proses penetasan telur.

Menurut Sudar, pasokan listrik yang stabil sangat dibutuhkan untuk menjaga suhu dan kelembapan di dalam mesin tetas. Kedua faktor tersebut menjadi kunci keberhasilan proses penetasan telur. “Kalau listrik mati mendadak, kami khawatir telur di dalam mesin gagal menetas. Ini tentu bisa menjadi kerugian karena proses penetasan membutuhkan kondisi yang stabil,” kata Sudar, Minggu (21/6/2026).

Sudar menjelaskan, pemadaman listrik yang berlangsung dalam waktu cukup lama dapat meningkatkan risiko kegagalan penetasan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak yang menggantungkan usahanya pada mesin tetas berbasis listrik.

Sudar juga mengeluhkan minimnya informasi terkait jadwal pemadaman. Menurutnya, pemadaman sering terjadi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga peternak kesulitan melakukan langkah antisipasi. “Kalau ada pemberitahuan sebelumnya, kami bisa menyiapkan langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya,” kata Sudar.

Sudar mengakui bahwa penggunaan genset mini atau sumber listrik cadangan dapat menjadi solusi untuk menjaga operasional mesin tetas saat listrik padam. Namun, upaya tersebut membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit, baik untuk pengadaan peralatan maupun pembelian bahan bakar.

“Memang bisa diantisipasi dengan genset atau alat cadangan lainnya, tetapi itu berarti ada tambahan pengeluaran. Belum lagi sekarang pembelian BBM juga dibatasi, sehingga tidak selalu mudah untuk menyiapkan bahan bakarnya,” ungkapnya.

Para peternak, kata Sudar berharap pihak terkait dapat memberikan informasi lebih awal apabila akan dilakukan pemadaman listrik. Dengan demikian, pelaku usaha produktif dapat mempersiapkan langkah antisipasi guna meminimalkan potensi kerugian.

“Kami juga berharap layanan kelistrikan lebih memperhatikan kebutuhan sektor usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil. Sehingga keberlangsungan usaha dan pendapatan peternak tetap terjaga,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan sejumlah wilayah di Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut memicu gelombang keluhan dari warga setempat yang mempertanyakan alasan di balik kebijakan pemadaman.

Apalagi, pemadaman terjadi hampir setiap hari di wilayah berbeda dengan durasi yang cukup lama mencapai tiga jam. Di Kabupaten Brebes, pemadaman listrik menyasar sejumlah kawasan seperti Desa Siasem, Pebatan, Wanasari, Wangandalem, Padasugih, Krasak, hingga Lembahrawa.

Warga mengaku pemadaman listrik ini berlangsung secara bergiliran sejak sekitar sepekan terakhir. Meski tidak terjadi setiap hari di lokasi yang sama, manajemen beban ini dinilai sangat mengganggu aktivitas produktif masyarakat.