Bupati Paramitha Buka Sekolah Rakyat, 270 Anak dari Keluarga Kurang Mampu dapat Pendidikan

Sekolah Rakyat Brebes
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma saat membuka sosialisasi MPLS di Sekolah Rakyat. (Foto: Istimewa)

BREBES – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma membuka sosialisasi pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Brebes di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Rabu 15 Juli 2026. Ratusan siswa tingkat SD hingga SMA angkatan pertama mengikuti sosialisasi tersebut.

Selain mengikuti sosialisasi MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, ratusan siswa mulai dari tingkat dasar, menengah pertama dan menengah atas ikut cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Brebes.

Perwakilan dari Kementerian Sosial RI Siti Indriasari Oktaviana mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan proyek strategis dari Pemerintah Pusat dalam membangun karakter anak bangsa yang bisa lebih mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik lagi.

Dia menyebutkan, secara bertahap, total ada 101 Sekolah Rakyat di Indonesia melakaksanan program MPLS. Dan secara bertahap pula dengan empat gelombang ada 28.478 siswa baru melaksanakan MPLS tahun ajaran ini.

“Dan total siswa di Sekolah Rakyat diseluruh Indosia saat ini mencapai 43.346 siswa,” ungkapnya.

Khusus untuk progres Sekolah Rakyat di Brebes, lanjutnya, saat ini sudah mencapai 83,27 persen. Dan saat ini, ruang kelas, senitasi, asrama dan sejumlah fasilitas lainnya sudah dapat digunakan.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyambut baik dengan adanya pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Brebes. Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan kesetaraan anak di Kabupaten Brebes dalam mendapatkan pendidikan bisa terpenuhi.

“Termasuk dalam peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Brebes. Jadi, adanya Sekolah Rakyat di Kabupaten Brebes ini diharapkan seluruh anak di Kabupaten Brebes yang masuk dalam kategori kurang mampu bisa mendapatkan pendidikan secara gratis,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Brebes Imam Baehaqi mengatakan, untuk saat ini total ada 209 siswa mengikuti sosialisasi MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi yang ada di Brebes. Jumlah tersebut terdiri dari 29 siswa tingkat dasar, 90 siswa tingkat menengah pertama dan 90 siswa tingkat menengah atas.

“Kalau untuk target itu setiap jenjang dari SD, SMP dan SMA itu 90 siswa atau tiga rombongan belajar (Rombel). Di mana, masing-masing rombelnya itu ada 30 siswa,” terangnya.

“Itu artinya, untuk jenjang SMP dan SMA kuota yang diperlukan sudah terpenuhi. Namun, untuk jenjang SD masih kekurangan karena hanya mendapatkan satu rombel,” lanjutnya.

Baca Juga  Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Pasarbatang Brebes Ludes Dilalap Si Jago Merah