Pengenalan Lingkungan Sekolah yang Ramah dan Inklusif
JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 menjadi bagian penting dalam proses transisi siswa baru dari jenjang pendidikan dasar menuju sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, dengan tujuan utama membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. MPLS Ramah tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, meningkatkan literasi digital, serta menciptakan hubungan positif antara siswa, guru, dan orang tua.
Tujuan Utama MPLS Ramah
Tujuan utama dari pelaksanaan MPLS Ramah adalah untuk memperkuat profil lulusan melalui pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. Seluruh kegiatan diselenggarakan dengan prinsip ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah biaya.
Dengan demikian, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang murid sekaligus membangun hubungan positif antara sekolah, peserta didik, dan orang tua.
Berbeda dengan pelaksanaan MPLS pada masa lalu yang sering dikaitkan dengan perpeloncoan, konsep MPLS Ramah menempatkan peserta didik sebagai subjek yang harus dihormati hak-haknya. Program ini ditujukan bagi seluruh murid baru di jenjang SMA dan SMK, dengan pelaksanaan selama lima hari sebagai masa adaptasi yang optimal sekaligus fondasi pembentukan karakter, kebiasaan positif, dan budaya sekolah yang bebas dari kekerasan maupun perundungan.
Rangkaian Kegiatan MPLS Ramah SMA dan SMK 2026
Pada hari pertama, fokus kegiatan adalah pengenalan lingkungan sekolah sekaligus membangun kesan pertama yang menyenangkan. Agenda yang dilaksanakan meliputi salam sapa murid baru, upacara bendera sesuai SEB Nomor 9 Tahun 2026, pengenalan diri, wawasan Wiyata Mandala, kegiatan “Aku dan Sekolahku” serta “Aku dan Sekitarku”, materi tentang karakter, edukasi mengenai keadaban dan keamanan digital, serta refleksi, doa, dan penutup.
Hari kedua difokuskan pada pengenalan potensi diri dan membangun relasi sosial yang sehat. Kegiatan meliputi pertemuan Pagi Ceria, pemeriksaan denyut jantung dan tes fleksibilitas, eksplorasi diri untuk menggali potensi, ruang perjumpaan murid baru, serta kegiatan “Sahabat Hebat: Dengar, Peduli, dan Hargai”.
Hari ketiga menghadirkan asesmen awal terhadap karakteristik peserta didik. Agenda kegiatan meliputi identifikasi kondisi sosial emosional, asesmen literasi dan numerasi, identifikasi bakat dan minat, pendidikan kesiapsiagaan bencana, literasi digital, dan edukasi mengenai dampak negatif kecanduan gim daring.
Hari keempat diarahkan untuk membangun motivasi belajar sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. Materi yang diberikan antara lain pengenalan Delapan Dimensi Profil Lulusan, pengenalan kurikulum dan strategi belajar efektif, serta materi pilihan mengenai bahaya NAPZA dan fenomena sosial remaja.
Hari kelima menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan hasil pembelajaran selama MPLS. Rangkaian kegiatan terdiri atas pertemuan Pagi Ceria, kegiatan pilihan sesuai karakteristik sekolah, unjuk karya peserta didik, serta refleksi bersama, doa, dan penutupan MPLS.
Materi MPLS Lebih Lengkap
MPLS Ramah 2026 menghadirkan materi yang lebih komprehensif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Materi utama meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Program Pagi Ceria, sopan dan santun bermedia sosial, serta Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun (5S). Sekolah juga dapat menambahkan materi pilihan sesuai kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan masing-masing.
Larangan dalam Pelaksanaan MPLS Ramah
Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS tidak boleh memuat kegiatan yang bertentangan dengan tujuan pendidikan. Beberapa larangan tersebut meliputi perpeloncoan maupun segala bentuk kekerasan, perundungan terhadap peserta didik, pungutan biaya yang tidak sesuai ketentuan, kegiatan yang tidak memiliki nilai edukatif, penggunaan atribut yang tidak relevan, serta pelibatan alumni atau murid yang tidak memenuhi syarat sebagai panitia. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi administratif mulai dari teguran tertulis hingga pemberhentian sesuai ketentuan yang berlaku.
Asesmen MPLS Ramah
Salah satu pembaruan penting dalam MPLS Ramah 2026 adalah pelaksanaan asesmen awal peserta didik. Asesmen ini bertujuan membantu sekolah memahami kondisi setiap murid, meliputi bakat dan minat, kondisi sosial emosional, kemampuan literasi dan numerasi, serta kebugaran jasmani. Khusus untuk jenjang SMA dan SMK, seluruh aspek tersebut menjadi bagian dari asesmen awal untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.








