Kehidupan Manohara Odelia Setelah Mengambil Jarak dari Dunia Hiburan
JAKARTA – Setelah lama tidak muncul di layar kaca, aktris ternama Manohara Odelia Pinot kini lebih fokus pada pengembangan bisnis dan kegiatan sosial. Ia mengungkapkan bahwa saat ini ia tidak lagi menerima tawaran bermain sinetron.
Mano, sapaan akrabnya, dikenal sebagai salah satu aktris populer pada era 2000-an. Ia memulai kariernya dengan membintangi sinetron Manohara pada tahun 2009. Seiring waktu, ia juga tampil dalam berbagai proyek sinetron lain seperti Doa dan Karunia, Supergirl, Perempuan Pembawa Berkah, dan Cinta Salsabilla. Pada 2012, ia kembali hadir dalam sinetron Cinta Salsabilla dan terakhir kali muncul dalam proyek Hidayah Cinema yang tayang antara 2013 hingga 2015.
Selain dunia hiburan, Mano juga pernah tampil dalam beberapa film layar lebar. Pada 2021, ia berperan dalam film Loe Gue End sebagai karakter Vina. Dua tahun kemudian, ia kembali berakting melalui dua film besar yaitu Aku Cinta Kamu dan Me & You vs The World. Tahun 2017, ia sukses memerankan istri cantik dalam film The Guys bersama Pevita Pearce. Film El yang dirilis pada 2018 menjadi karya terakhirnya di dunia perfilman.
Fokus pada Bisnis yang Sudah Dijalani Selama Beberapa Tahun
Setelah meninggalkan rutinitas sebagai aktris, Mano memutuskan untuk beralih ke dunia bisnis. Ia menjelaskan bahwa usaha tersebut sudah dimulai sejak tahun 2015. Bisnis yang ia jalani mencakup berbagai bidang, termasuk penerbitan dan Food and Beverage (FnB).
Dalam bidang penerbitan, Mano mengatakan bahwa mereka lebih fokus pada pembuatan majalah korporasi. “Kami mulai dari penerbitan majalah korporasi, sekarang lebih ke pembuatan konten,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa bisnis ini sudah berlangsung cukup lama.
Sementara itu, dalam sektor FnB, Mano bertindak sebagai investor. Ia menggandeng orang-orang yang lebih memahami bidang kuliner. “Saya sebagai investor, dan yang menjalankan sudah cukup pengalaman di FnB,” katanya. Ia menganggap bisnis ini sebagai peluang sekaligus kesempatan untuk belajar.
Aktivitas Sosial sebagai Relawan Satwa Liar
Tidak hanya berbisnis, Mano juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia menjadi relawan di Jakarta Animal Aid Network (JAAN), sebuah organisasi yang bergerak dalam perlindungan satwa liar. Melalui JAAN, ia terlibat langsung dalam proses penyelamatan, rehabilitasi, hingga pelepasliaran satwa liar asli Indonesia.
“Kami rehab dan relokasi serta melepasliarkan berbagai macam satwa liar, khususnya yang berasal dari Indonesia,” jelasnya. Salah satu aksi yang pernah ia ikuti adalah pelepasliaran 64 ekor makaka ekor panjang. Proses ini membutuhkan rehabilitasi terlebih dahulu sebelum satwa bisa dilepas ke habitat alaminya.
Mano menyampaikan harapan bahwa tidak ada lagi satwa liar yang dieksploitasi manusia. “Harapan kami, tidak ada lagi makaka ekor panjang dan beruk yang dijadikan topeng monyet karena hal ini sangat tidak etis,” tambahnya.
Alasan Tidak Mau Ambil Tawaran Sinetron
Mano mengungkapkan alasan utama mengapa ia tidak lagi tertarik kembali ke dunia sinetron. Ia menyebutkan bahwa waktunya terlalu terbatas. “Waktunya habis,” ujarnya. Meski tidak memberikan kepastian untuk kembali, ia masih sesekali hadir sebagai narasumber dalam program podcast.
Salah satu kesempatan yang pernah ia ambil adalah menjadi tamu dalam podcast Butik Haji Igun yang dibawakan oleh Ivan Gunawan. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan perjalanan karier dan alasan mengambil jarak dari dunia hiburan.
Dengan fokus pada bisnis dan kegiatan sosial, Mano kini menikmati kehidupan yang lebih tenang. Ia tetap aktif di berbagai bidang dan terus berkontribusi untuk masyarakat serta lingkungan.












