Siswa SDN Dukuhbadag 01 Brebes Khawatir Belajar di Kelas yang Nyaris Ambruk

Sekolah Ambruk Brebes
Siswa di SD Negeri Dukuhbadag 01 Brebes cemas saat belajar di ruang kelas yang atapnya nyaris roboh. (Foto: Mantiq Media)

BREBES – Sejumlah siswa kelas 6 di SD Negeri Dukuhbadag 01, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes mengaku resah saat belajar di dalam kelas. Pasalnya, bagian atas pada ruang kelas yang digunakan untuk belajar nyaris ambruk.

Tak hanya itu, mereka juga rawan terpapar sesak nafas karena dinding kelas yang mulai lapuk dan runtuh. Bahkan, untuk ruang kelas empat terpaksa harus ditopang tiga tiang kayu gelugu sebagai penyangga atap yang nyaris ambruk. Geribik sebagai pelavon kelas juga terlihat usang dan jebol.

Saat hujan turun, bocor dari gentingpun tak bisa terhindarkan. Mereka berharp ada perhatian dan perbaikan bagi ruang kelas tempat belajarnya itu. Alesya salah satu siswi kelar 6 berharap, ruang kelas yang ia gunakan untuk belajar agar bisa segera di perbaiki.

“Kelasnya pengin di bagusin, ruang kelasnya kaya gini nggak nyaman. Kalau hujan juga ada yang bocor,” katanya, Rabu 15 Juli 2026.

Wali Kelas 6 SD Negeri Dukuhbadag 01 Inayati Husni mengungkap, dirinya merasa tidak nyaman saat proses belajar mengajar dan mengaku khawatir dengan keselamatan siswa. Tak hanya itu, proses belajar mengajar juga terhambat saat bekas banjir merendam ruang kelas.

“Mungkin kurang nyama ya, tembok yang bolong-bolong berdebu, kalau kondisi lagi hujan itu banyak yang bocor. Kita minggir-minggir sekiranya sampai yang nggak kena air, jadi depan pintu juga banjir kalau hujan deras,” ungkapnya.

“Misal malamnya hujan, di sininya sudah banjir (dalam kelas), pagi-pagi yang harusnya kita sudah pelajaran harus bersih-bersih dulu ya ngepel, jadi kehambatnya disitu. Dari bangunan juga takut ambruk, karena kondisinya seperti ini,” tandasnya.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Brebes, Aditya Perdana menyebut keselamatan tetap harus menjadi perioritas bagi siswa.

“Pengalihan proses belajar harus dilakukan keruangan yang lebih nyaman, kita juga akan turun ke lapangan menggali tingkat kerusakan yang terjadi di sekolahan tersebut. Kami juga akan usulkan perbaikan seusai dapodik, baik dengan bantuan revitalisasi pusat maupun dana APBD,” terangnya.

Pihaknya menjamin, akan mengutamakan perbaikan sekolah yang rawan bencana maupun rawan roboh. “Sekolah tersebut juga sudah mendaptakan revitalisasi tahun lalu, cuman memang akan kami maksimalkan di APBD berikutnya,” pungkasnya.

Baca Juga  Ambruk 5 Tahun Tanpa Perbaikan, Siswa SDN Sitanggal 06 Brebes Belajar di Perpustakaan Sempit