BREBES – Ekspresi kesal, geram campur emosi, tampak terlihat dari puluhan wali murid kelas 3B SD Negeri Brebes 02. Uang tabungan siswa yang sudah ditunggu tak kunjung dicairkan dari waktu yang dijanjikan wali kelas. Geram diperlakukan tak pasti, puluhan wali murid pun menggeruduk ke sekolah pada Selasa (23/6/2026).
Hampir semua wali murid mengaku kecewa lantaran pencairan uang tabungan yang dijanjikan berulang kali, molor selama berhari-hari. Pencairan uang tabungan siswa dijanjikan wali kelas sebelum penerimaan raport pada pekan kemarin.
Salah satu wali murid mengaku sudah berulang kali menanyakan ke wali kelas 3B atas nama Farikhin. Ia pun hanya dijanjikan bahwa uang tabungan anaknya akan segera dicairkan. Namun wali murid harus menunggu selama berhari-hari karena hanya dijanjikan.
Selama beberapa hari, wali murid menunggu pencairan tabungan anaknya sejak awal masuk kelas 3. “Dari awal saat pembagian rapor, sudah menjanjikan tabungan akan dibagi hari Rabu (17/6/2024). Ternyata mundur, dengan alasan belum mengambil uang di bank,” kata wali murid yang enggan disebutkan identitasnya.
“Kemudian, alasannya ada kesibukan ikut Porsenitas di Cirebon akhirnya pencairan tabungan mundur lagi,” jelas dia.
Kekecewaan serupa, disampaikan sejumlah ibu-ibu yang juga merupakan wali murid kelas 3B lainnya. Pada Selasa (23/6/2026), mereka bahkan rela menunggu wali kelas di sekolah selama berjam-jam. Sebab uang tabungan selama satu tahun itu sangat dibutuhkan untuk membeli perlengkapan sekolah untuk kenaikan kelas 4.
“Uang tabungan yang dititipkan ke guru, kan seharusnya menjadi hak kami yang setiap hari ditabung anak. Tapi kenapa waktu pencairan ini, malah dipersulit dengan berbagai alasan dari guru yang bersangkutan,” terangnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencairan uang tabungan kelas 3B SDNĀ Brebes 02 sudah dijanjikan berulang kali. Pertama, saat sebelum penerimaan raport dijanjikan cair pada Rabu (17/6/2026). Saat itu, wali kelas berdalih sedang sibuk mengikuti Porsenitas Tenis Meja di Cirebon dan pencairan kembali diundur.
Kemudian, pencairan tabungan kembali dijanjikan pada saat penyerahan rapor Hari Sabtu (20/6/2026) lalu. Namun, dengan dalih bank tutup maka akhirnya pencairan tabungan kembali diundur Senin (22/6/2026) kemarin. Ternyata, guru tersebut kembali beralasan belum mengambil uang ke bank hingga Selasa (23/6/2024).
“Untuk kisaran uang tabungan bervariasi, ada yang dapat Rp 1,5 juta ada juga yang sampai Rp 6 juta. Pak Farikhin menjanjikan, pencairan tabungan hari Selasa (23/6/2026) ini. Kami tunggu sejak pagi, baru sore ini dicairkan,” ujar wali murid lainnya.








