BREBES – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), di Desa Slatri Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Sabtu 8 Agustus 2026. Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 13.00 WIB dan hingga proses penanganan berlangsung masih belum sepenuhnya padam.
Kapolsek Larangan, Kompol Suryantono mengatakan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Saat ini petugas masih melakukan penanganan dan proses penyelidikan awal terkait kejadian tersebut.
“Untuk penyebabnya belum pasti. Yang terbakar gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3,” ujar Kompol Surya saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu.
Menurut Kapolsek, sedikitnya delapan unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena material yang terbakar merupakan limbah yang mudah terbakar.
Material tersebut antara lain berupa karet, bahan outsol sepatu, serta plastik. Banyaknya material tersebut membuat api cepat membesar dan relatif sulit dipadamkan. “Apinya besar, sedangkan bahan yang terbakar berupa limbah non-B3 yang mudah terbakar, seperti karet, outsol sepatu, dan plastik. Sehingga mudah terbakar dan sulit dipadamkan,” jelasnya.
Warga Berkerumun Hambat Mobil Damkar
Selain karakteristik bahan yang terbakar, proses pemadaman juga terkendala banyaknya warga yang datang untuk menyaksikan kejadian tersebut. Kerumunan warga di sekitar lokasi membuat kendaraan pemadam kebakaran mengalami kesulitan saat hendak masuk menuju titik kebakaran.
“Kendalanya banyak masyarakat yang menonton, sehingga kendaraan-kendaraan pemadam masuknya agak terganggu,” kata Surya.
Petugas pun masih melakukan upaya pemadaman hingga api benar-benar berhasil dikendalikan.
Bukan Pabrik, Masih Berupa Gudang
Surya menegaskan lokasi yang terbakar bukan merupakan pabrik yang sudah beroperasi, melainkan gudang penyimpanan bahan baku limbah non-B3. Menurut dia, lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan dan belum melakukan kegiatan produksi.
“Ini sebenarnya belum pabrik karena masih gudang, gudang penyimpanan limbah non-B3. Belum ada produksi,” ungkapnya.












