BREBES – Tangis haru pecah dari Rasti, warga Dukuh Kendaga, Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, saat bertemu Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, Senin (31/8/2026).
Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu tak mampu menahan air mata ketika mengetahui dirinya akan segera memiliki rumah sendiri. Selama bertahun-tahun, Rasti bersama keluarganya harus hidup menumpang di belakang rumah majikannya dengan menempati bangunan sederhana yang jauh dari kata layak.
Kedatangan Bupati Paramitha membawa kabar yang selama ini dinantikan Rasti. Pemerintah Kabupaten Brebes akan membangun rumah untuk keluarganya di atas tanah yang sebelumnya dibelikan oleh Baznas Brebes.
Rumah tersebut akan dibangun tidak jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Lahan yang disiapkan memiliki ukuran 4,5 meter x 12 meter.
Rasti merupakan seorang ibu yang menjadi kepala keluarga. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia harus memenuhi kebutuhan keluarganya seorang diri.
Penghasilannya sebagai pembantu digunakan untuk menghidupi ayahnya yang sudah lanjut usia serta anaknya yang masih bersekolah di sekolah swasta.
Kondisi tersebut semakin berat karena keluarga Rasti belum memiliki tempat tinggal sendiri. Selama sepuluh tahun ini mereka hanya menempati lahan milik majikan tempat Rasti bekerja.
Saat melakukan kunjungan, Bupati Paramitha sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan rumah Rasti. Momen tersebut menjadi awal perubahan kehidupan bagi keluarga kecil itu.
Pembangunan rumah akan mendapat dukungan anggaran sebesar Rp35 juta dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes. Selain rumah, keluarga Rasti juga mendapatkan bantuan pembangunan jamban sehat.
“Tahun 2026, ini peletakan batu pertama untuk pembangunan RTLH, tahun 2025 juga banyak. Setelah ini juga ada 500 unit yang akan kita bangun,” kata Bupati Paramitha saat berada di lokasi.












