BREBES – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kebakaran gundang limbah sepatu di Desa Slatri Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Minggu (16/8/2026).
Tim mulai memasang garis polisi di bagian dalam gudang untuk mulai melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Olah TKP dipimpin langsung oleh Kabid Labfor Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. M. Fauzi Hidayat, usai sepekan peristiwa kebakaran.
Tim gabungan Labfor Polda Jateng dan Inafis Polres Brebes mulai melakukan olah TKP sekitar pukul 10.00 WIB dan saat ini masih berlangsung. Tim Labfor juga didampingi Kapolres Brebes, AKBP. M. Ali Akbar dan jajaran Satreskrim.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat yang melanda gudang penyimpanan limbah sepatu di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (8/8/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Gudang tersebut diketahui merupakan tempat penyimpanan bahan baku limbah sepatu dan belum beroperasi sebagai pabrik. Lokasinya memiliki luas sekitar dua hektare dan disebut milik PT Anisa Jaya Utama.
Memasuki hari ketiga proses pemadaman, Kapolres Brebes, AKBP. M. Ali Akbar beserta jajaran mengecek kondisi di lokasi kebakaran. Saat pengecekan, Tim Inafis Polres Brebes juga meninjau lokasi, namun belum bisa dilakukan olah TKP. Alasannya, masih ada sejumlah titik api yang belum bisa dipadamkan.
Memasuki hari keempat, kebakaran di gudang limbah PT Annisa Jaya Utama akhirnya berhasil dipadamkan. Upaya pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.
Rafiudin Musa, Kabid Linmas dan Damkar Satpol PP Brebes mengatakan, api baru bisa dipadamkan pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Pemadaman dilakukan selama 4 hari sejak peristiwa kebakaran pada Sabtu (8/8/2026) siang.
Meski padam, di sejumlah titik masih mengeluarkan asap hitam. Armada pemadam kebakaran masih hilir mudik keluar masuk lokasi. Mereka terus menyemprotkan air di titik panas agar api tidak kembali menyala.
“Tadi jam 10.00 api sudah padam. Tapi masih ada asap hitam di beberapa lokasi dan masih terus didinginkan,” ujar Rafiudin, Selasa (11/8/2026).
Proses pendinginan diperkirakan memakan waktu sekitar 4 jam. Dia berharap, suplai air lancar agar pendinginan tidak terputus. “Kalau air lancar bisa memakan waktu 4 jam pendinginan, untuk memastikan api tidak menyala kembali,” tambahnya.


















