NTT – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Gempa yang sebelumnya dilaporkan berkekuatan M 7,7 tersebut menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah.
Hingga Minggu (16/8/2026) pagi, sedikitnya 51 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 64 orang mengalami luka berat. Ribuan warga juga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten, di antaranya Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, dan Nagekeo.
Selain menelan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan. Ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Sejumlah fasilitas umum, sekolah, dan tempat ibadah turut terdampak.
Kondisi pascagempa juga masih menjadi perhatian. Di sejumlah wilayah, termasuk Manggarai Timur dan Nagekeo, jaringan listrik dilaporkan masih mengalami gangguan akibat dampak gempa.
Lebih dari 5.000 warga dilaporkan mengungsi dan tersebar di sejumlah titik pengungsian, termasuk di Kabupaten Sikka dan Manggarai. Warga memilih mengungsi untuk menghindari risiko bangunan yang rusak maupun kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Sementara itu, aktivitas kegempaan masih berlangsung. Gempa susulan juga tercatat setelah gempa utama mengguncang NTT. Kondisi tersebut membuat warga dan petugas masih harus meningkatkan kewaspadaan.
Tim gabungan terus melakukan pendataan, pencarian, evakuasi, serta penanganan terhadap warga yang terdampak. Pemerintah dan petugas di lapangan juga melakukan upaya pemulihan terhadap fasilitas serta infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Besarnya dampak gempa membuat kebutuhan warga di pengungsian menjadi perhatian utama, terutama kebutuhan makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta tempat tinggal sementara.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman, serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Update Gempa M 7 Guncang NTT, 51 Orang Meninggal dan Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi

Rekomendasi untuk kamu

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Gempa M6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 menyebabkan dampak meluas. Data terbaru BPBD NTT mencatat 299 rumah terdampak dan 299 KK terkena dampak di tiga kabupaten. Aktivitas gempa susulan masih terjadi.

JAKARTA – Momen Presiden Prabowo Subianto bersama dua pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko…

BREBES – Kondisi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Bulakamba dan Wanasari mendapat sorotan Komisi…







