Musim Hujan 2026/2027 Segera Datang, Brebes dan Tegal Masih Waspada Kekeringan

Ilustrasi musim hujan di Brebes dan Tegal setelah periode kekeringan
Musim hujan 2026/2027 diprediksi datang lebih lambat, sementara Brebes dan Tegal masih berada dalam peringatan Awas kekeringan meteorologis. (Foto: Mantiq Media/ Ilustrasi AI)

BREBES – Warga Brebes, Tegal dan daerah sekitarnya perlu mulai bersiap menghadapi perubahan musim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026/2027 akan datang lebih lambat.

Musim hujan akan datang lebih lambat di banyak wilayah Indonesia, akibat pengaruh El Niño yang sangat kuat dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD). Untuk wilayah Pantura Jawa Tengah, termasuk Brebes dan Tegal, perubahan musim menjadi perhatian karena daerah tersebut masih berada dalam kondisi kekeringan meteorologis.

Dalam pembaruan BMKG untuk periode 21-30 September 2026, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal masih masuk kategori Awas kekeringan meteorologis. Meski demikian, sejumlah wilayah Jawa Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda menuju fase transisi dari musim kemarau ke musim hujan.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan beberapa wilayah Jawa Tengah sudah melewati puncak musim kemarau dan mulai bergerak menuju masa transisi.

Perubahan status kekeringan tersebut menunjukkan kondisi atmosfer mulai mengalami perubahan. Namun, BMKG mengingatkan bahwa penurunan status peringatan tidak berarti seluruh wilayah telah terbebas dari dampak kekeringan.

Musim Hujan Diprediksi Datang Lebih Lambat
Secara nasional, BMKG memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologis. Sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan lebih lambat dari kondisi normal.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi El Niño dengan intensitas sangat kuat yang berlangsung bersamaan dengan kecenderungan IOD positif. Kombinasi kedua fenomena tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan dan memperpanjang periode kering di sejumlah daerah.

Sebagian wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sementara sebagian besar wilayah lainnya baru mengalaminya pada Desember. Untuk Pulau Jawa, BMKG memperkirakan sejumlah wilayah mencapai puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2027.

Namun, pembagian waktunya berbeda-beda berdasarkan zona musim masing-masing sehingga kondisi Brebes dan Tegal tidak dapat disamakan begitu saja dengan seluruh wilayah Jawa.

Brebes dan Tegal Perlu Bersiap Menghadapi Dua Fase
Kondisi tersebut membuat masyarakat Brebes dan Tegal menghadapi dua fase yang perlu diantisipasi. Risiko kekeringan masih menjadi perhatian karena kedua kabupaten tersebut bersama Kota Tegal masih tercatat berstatus Awas dalam peringatan dini kekeringan meteorologis BMKG.