Mengaku Bunuh dan Mutilasi Ayah 4 Bulan Lalu, Pemuda Brebes Datangi Kantor Polisi

Suasana rumah di Desa Kemukten, Kersana, Brebes, yang dipasangi garis polisi setelah seorang pemuda mengaku membunuh ayahnya.
Polisi memasang garis polisi di salah satu lokasi di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Brebes, untuk menyelidiki pengakuan seorang pemuda yang mengaku membunuh ayahnya sekitar empat bulan lalu. (Foto: Mantiq Media)

BREBES – Misteri hilangnya Waslam, pria berusia sekitar 50 tahun asal Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, mulai terkuak setelah putranya sendiri, Hadi Sunoto (24), mendatangi kantor polisi dan mengaku telah membunuhnya sekitar empat bulan lalu.

Hadi mendatangi Mapolsek Kersana pada Kamis (15/10/2026) malam. Di hadapan petugas, pemuda tersebut mengaku telah menggorok dan memutilasi jasad ayahnya menjadi beberapa bagian, merebusnya, kemudian membuang potongan tubuh itu ke sungai secara terpisah.

Pengakuan tersebut sontak menggegerkan warga. Kedatangan Hadi ke kantor polisi bahkan menjadi perbincangan di media sosial setelah sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar kantor kepolisian.

Menindaklanjuti pengakuan itu, petugas memasang garis polisi di dua lokasi yang disebut Hadi berkaitan dengan dugaan pembunuhan tersebut. Kedua lokasi berada di Desa Kemukten dan letaknya berdekatan.

Lokasi pertama merupakan rumah yang selama ini ditempati Hadi bersama ayah, ibu, dan dua adiknya. Sementara lokasi kedua adalah rumah di kompleks perumahan yang dibeli Hadi secara kredit.

Hadi kemudian diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Brebes. Polisi juga meminta keterangan dari ibu Hadi untuk menggali informasi mengenai keberadaan Waslam serta mengungkap peristiwa yang diduga terjadi beberapa bulan sebelumnya.

Keluarga Tak Menyangka Pengakuan Hadi

Kabar tersebut mengejutkan keluarga dan tetangga. Selama berbulan-bulan, mereka tidak mengetahui adanya dugaan tindak pidana terhadap Waslam karena mendapat informasi bahwa pria itu sedang berjualan siomay di Kota Tegal.

Taryono, paman Hadi, mengaku terkejut ketika mengetahui polisi mendatangi rumah keponakannya dan memasang garis polisi.

“Saya kaget, tiba-tiba ada polisi yang ramai-ramai datang ke rumah Hadi dan memasang garis polisi. Kita tahu informasi Hadi mengaku membunuh ayahnya juga dari media sosial. Di medsos rame,” kata Taryono saat ditemui di rumahnya di Desa Kemukten, Jumat (16/10/2026).

Menurut informasi yang dihimpun dari lingkungan setempat, Hadi diduga menyimpan kekesalan terhadap ayahnya. Waslam disebut sudah lama tidak bekerja dan kerap meminta rokok kepada istrinya dengan cara memaksa.