Prabowo Lantik Satyawan Pudyatmoko Pimpin Badan Gambut, Pencegahan Karhutla Jadi Sorotan

Presiden Prabowo Subianto melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional di Istana Negara.
Presiden Prabowo Subianto melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala BPGMN di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (Foto: Sekretariat Presiden)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pengangkatan ini berlangsung ketika persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi tantangan serius di Indonesia.

Dalam pelantikan yang sama, Prabowo menunjuk Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala BPGMN. Pengangkatan keduanya didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 43M Tahun 2026.

Satyawan dan Sriyanto mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden sebelum menandatangani berita acara pelantikan. Keduanya berjanji menjalankan tugas sesuai peraturan perundang-undangan serta mengemban tanggung jawab untuk bangsa dan negara.

Pengelolaan gambut dan mangrove diperkuat

Pembentukan BPGMN menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove, termasuk mendorong pencegahan karhutla agar tidak terus berulang.

Badan tersebut dibentuk pada 24 September 2026 setelah Prabowo berdiskusi dengan sejumlah akademisi dan pakar mengenai pengelolaan lahan gambut serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah mengarahkan lembaga ini untuk memperkuat langkah pencegahan melalui penelitian, pemetaan kawasan, pemantauan titik panas atau hotspot, serta pengembangan sistem deteksi dini.

Pendekatan tersebut penting karena kebakaran di kawasan gambut tidak selalu mudah ditangani. Api dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga berpotensi kembali muncul meskipun bagian permukaan terlihat telah padam.

Karena itu, upaya perlindungan gambut tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi. Pengelolaan air, pemulihan ekosistem yang rusak, pemantauan kawasan rawan, dan pencegahan sejak dini juga menjadi bagian penting dari penanganannya.

Satyawan punya pengalaman di bidang konservasi

Satyawan bukan sosok baru dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan. Sebelum dilantik sebagai Kepala BPGMN, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di Kementerian Kehutanan.

Ia juga pernah menduduki posisi Deputi Perencanaan dan Evaluasi pada Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), lembaga yang sebelumnya menangani restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove di sejumlah wilayah prioritas.