Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Satyawan dalam memimpin badan yang memiliki mandat pengelolaan gambut dan mangrove secara nasional.
Sementara itu, Sriyanto sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam XXI/Radin Inten sebelum dipercaya menjadi Wakil Kepala BPGMN.
Tantangan mencegah kebakaran berulang
Pembentukan BPGMN menempatkan pencegahan sebagai salah satu fokus penting kebijakan pengelolaan gambut. Pemerintah juga mendorong pelibatan ilmuwan dan tenaga profesional agar keputusan terkait pemulihan ekosistem dan mitigasi kebakaran didukung kajian serta data lapangan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif di kawasan yang mengalami kerusakan ekosistem. Pemulihan lahan gambut, pengelolaan tata air, dan pengawasan kawasan rawan kebakaran membutuhkan koordinasi serta pelaksanaan yang berkelanjutan.
Dengan dilantiknya Satyawan Pudyatmoko dan Sriyanto, BPGMN kini memiliki pimpinan untuk menjalankan mandat tersebut. Efektivitas lembaga ini nantinya akan terlihat dari kemampuannya memperkuat perlindungan gambut dan mangrove serta menekan risiko kebakaran yang berulang.













