Kebiasaan tersebut diduga menjadi salah satu pemicu konflik di dalam keluarga. Namun, motif sebenarnya masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian.
Bibi Hadi, Ina (50), yang tinggal bersebelahan dengan keluarga Waslam, membenarkan bahwa Waslam selama ini diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan kerap meminta rokok.
Meski demikian, keluarga besar dan tetangga tidak menaruh kecurigaan ketika Waslam tidak terlihat selama berbulan-bulan. Mereka mengira pria tersebut sedang mencari nafkah di luar daerah.
“Tetangga nggak ada yang merasa curiga. Kata Hadi memang Waslam lagi jualan siomay menggunakan sepeda motor. Kalau istrinya butuh uang dan tanya keberadaan Waslam, Hadi selalu mengatakan bahwa kebutuhan keluarganya dia yang tanggung,” ungkap Ina.
Dikenal Pendiam dan Menyayangi Ibu serta Adik
Di mata keluarga dan tetangga, Hadi selama ini dikenal sebagai pemuda pendiam dan penurut. Ia juga disebut menyayangi ibu serta kedua adiknya yang masih mengenyam pendidikan.
Sejak duduk di bangku sekolah, Hadi dikenal sebagai anak yang pintar dan berprestasi. Setelah lulus, ia berusaha bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk pernah menjadi karyawan di salah satu pabrik sepatu.
Saat masih bekerja di pabrik tersebut, Hadi mendapat kesempatan membeli rumah melalui skema kredit di kompleks perumahan subsidi di desanya. Namun, karena penghasilannya dinilai tidak mencukupi, ia kemudian berhenti bekerja dan beralih mengamen di wilayah sekitar.
Kini, pengakuan Hadi mengenai dugaan pembunuhan terhadap ayah kandungnya menjadi fokus penyelidikan kepolisian. Petugas masih mendalami keterangan terduga pelaku, meminta keterangan keluarga, serta menelusuri kedua lokasi yang telah dipasangi garis polisi.
Hingga informasi ini dihimpun, dugaan pembunuhan dan mutilasi tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pengakuan Hadi perlu diuji melalui pemeriksaan dan bukti-bukti yang ditemukan penyidik untuk memastikan kronologi, motif, serta kebenaran peristiwa yang dilaporkannya.













