BREBES – Komisi IV DPRD Kabupaten Brebes menemukan sejumlah persoalan teknis dalam proyek revitalisasi senilai Rp 1,8 miliar SMP Negeri 1 Banjarharjo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (29/9/2026).
Sidak tersebut merupakan bagian dari agenda pemantauan sejumlah proyek di sektor pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Brebes.
Saat meninjau pekerjaan revitalisasi SMPN 1 Banjarharjo, rombongan dewan menemukan bagian konstruksi yang dinilai tidak sesuai, salah satunya terkait pemasangan baja ringan pada struktur bangunan.
Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Ferry Anggrianto, meminta pekerjaan yang dinilai keliru tersebut segera diperbaiki. Menurut dia, bagian yang sudah terlanjur dikerjakan tidak cukup hanya dirapikan, tetapi harus dibongkar dan dipasang kembali sesuai konstruksi yang semestinya.
“Kalau memang salah, harus dibongkar dan disusun ulang. Jangan sampai kesalahan konstruksi ini dibiarkan karena menyangkut keselamatan bangunan,” kata Ferry saat sidak.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pemasangan baja ringan yang ditemukan berada pada pasangan bata atau tertanam dalam adukan.
Pemasangan seperti itu dinilai bermasalah karena baja ringan seharusnya bertumpu pada struktur beton, bukan pada pasangan bata.
“Jangan ditanam di adukan atau pasangan bata. Kuda-kuda baja ringan harus berdiri di atas ring balok, bukan ditanam di dalam bata,” tegasnya.
Secara teknis, baja ringan dapat mengalami perubahan dimensi akibat perubahan suhu. Jika elemen baja ringan ditanam langsung pada pasangan bata, pergerakan tersebut berpotensi menimbulkan keretakan pada bagian pasangan di sekitarnya.
Selain itu, lingkungan adukan yang lembap juga menjadi perhatian terhadap ketahanan material baja. Kerusakan lapisan pelindung dapat meningkatkan risiko korosi pada bagian baja yang sulit terlihat setelah tertutup adukan.
Sidak Revitalisasi Rp1,8 Miliar SMPN 1 Banjarharjo, DPRD Brebes Temukan Kesalahan Pemasangan Konstruksi

Rekomendasi untuk kamu

JAKARTA – Pemerintah kembali menunjukkan hasil penertiban kawasan hutan yang selama ini menjadi bagian dari…

BNPB mencatat sejumlah karhutla terjadi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur hingga Selasa (6/10/2026). Puluhan hektare lahan dan hutan terbakar, sementara BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Gempa M6,1 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada 4 Oktober 2026 menyebabkan dampak meluas. Data terbaru BPBD NTT mencatat 299 rumah terdampak dan 299 KK terkena dampak di tiga kabupaten. Aktivitas gempa susulan masih terjadi.

JAKARTA – Momen Presiden Prabowo Subianto bersama dua pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko…

BREBES – Kondisi sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Bulakamba dan Wanasari mendapat sorotan Komisi…







