Keluarga Korban Pembacokan di Randusanga Brebes dapat Bantuan Bedah Rumah

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Brebes minjau rumah korban pembacokan di Desa Randusanga Kulon.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Brebes minjau rumah korban pembacokan di Desa Randusanga Kulon. (Foto: Istimewa)

BREBES – Menindaklanjuti instruksi Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes minjau rumah korban pembacokan di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes.

Kepala Dinperwaskim Brebes Laode Vindar Aris Nugroho bersama tim teknis mengecek kesiapan pembangunan. Kunjungan itu untuk membantu pemugaran atau bedah rumah keluarga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut. Langkah itu untuk menentukan skema pemberian bantuan kepada korban pembacokan tersebut.

“Kami hadir ke lokasi hari ini untuk melaksanakan instruksi langsung Ibu Bupati. Dinperwaskim berkomitmen memastikan administrasi, pengecekan, hingga perencanaan pembangunan berjalan secepat mungkin tanpa hambatan birokrasi,” ungkapnya, Kamis (22/10/2026).

Sementara itu, Irfanudin menegaskan hasil cek lapangan menunjukkan rumah Kasirin (korban KDRT) berdiri di tanah lepasan di sisi Sungai Sigeleng, namun keluarga memiliki aset tanah di Desa Tengki, Kecamatan Brebes.

“Dari hasil cek lokasi, rumah Bapak Kasirin berdiri di tanah lepe-lepe, namun memiliki aset di Desa Tengki. Jadi bantuan RTLH dipastikan ditempatkan di lahan aset di Desa Tengki,” terangnya.

Dia menambahkan bantuan tersebut berkolaborasi dengan Baznas Brebes dan akan direalisasikan tahun ini. Saat ini Dinperwaskim tengah menyusun RAB dan jadwal pelaksanaan pembangunan fisik.

Sebelumnya, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menjenguk korban pembacokan satu keluarga yang menjalani pengobatan di RSUD Brebes. Bupati mengungkap, keluarga tersebut masuk dalam desil satu dengan kondisi perekonomian yang sangat terbatas.

Keluarga korban juga diketahui tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak, sementara pekerjaan mereka tidak tetap. Kondisi tersebut membuat Pemkab Brebes turut mempertimbangkan bantuan di luar penanganan medis, termasuk program bedah rumah.

<span;>“Mereka juga tinggal di rumah lepe-lepe, tapi memiliki lahan pribadi di Desa Tengki, Kecamatan Brebes. Sehingga kami tawarkan untuk bantuan bedah rumah karena pekerjaan keluarga itu tidak tetap,” ungkapnya.

Seperti diketahui, warga Randusanga Kulon digegerkan aksi penganiayaan berat dengan senjata tajam oleh menantu berinisial DR (27) terhadap istri, anak bayi, dan kedua mertuanya. Para korban dilarikan ke IGD RSUD Brebes akibat luka serius.