BREBES – Pengakuan seorang pemuda, Hadi El Syarif (24), warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, yang telah membunuh dan memutilasi ayahnya, Waslam (50), masih didalami polisi.
Petugas gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengambil sampel bercak darah, hingga membongkar septic tank di rumah pemuda tersebut, Minggu (18/10/2026).
Pemuda itu sebelumnya mendatangi polisi dan mengaku telah membunuh serta memutilasi ayahnya. Pengakuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan untuk mengungkap fakta di balik dugaan tindak pidana tersebut.
Petugas Inafis Polres Brebes bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan olah TKP di dua lokasi yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Di rumah orang tua Hadi yang menjadi TKP pertama, petugas mengambil sampel bercak darah yang ditemukan di dalam rumah. Sampel tersebut akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan forensik untuk mendukung penyelidikan.
Sementara di rumah Hadi yang menjadi TKP kedua, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pisau dan palu. Petugas juga membongkar septic tank yang berada di bagian teras rumah untuk mencari kemungkinan adanya barang bukti lain.
Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar menjelaskan, olah TKP dilakukan untuk menelusuri kebenaran pengakuan pemuda itu sekaligus mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Pemeriksaan di lokasi dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti sesuai dengan pengakuan yang disampaikan kepada polisi,” kata Kapolres.
Hingga Minggu sore, polisi masih melakukan pencarian terkait keberadaan bagian tubuh manusia yang disebut dalam pengakuan tersebut. Belum ada kepastian mengenai temuan bagian tubuh manusia dari rangkaian pemeriksaan yang dilakukan petugas.
Ayah Disebut Tak Terlihat Selama Beberapa Bulan
Kasus ini menjadi perhatian setelah pengakuan Hadi beredar luas di media sosial. Keluarga dan tetangga menyebut Waslam sudah tidak terlihat selama beberapa bulan terakhir.
Untuk menutupi ketidakhadiran ayahnya, Hadi diduga menyampaikan kepada orang-orang di sekitarnya bahwa Waslam sedang bekerja sebagai pedagang siomay di Kota Tegal.
Keterangan tersebut kini menjadi salah satu bagian yang perlu didalami penyidik untuk mengungkap kronologi hilangnya Waslam serta memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Polisi masih mengumpulkan bukti dari kedua lokasi, memeriksa barang-barang yang diamankan, dan menelusuri keberadaan korban. Hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat membantu menguji pengakuan pemuda itu dan mengungkap fakta secara menyeluruh.













