Dokter Forensik Ungkap Penyebab Kematian Istri yang Dibunuh Suaminya di Jatibarang Brebes

Dokter Forensik Dokkes Polda Jateng usai melakukan autopsi jenazah korban dugaan pembunuhan terjadi di Desa Bojong, Brebes.
Dokter Forensik Dokkes Polda Jateng usai melakukan autopsi jenazah korban dugaan pembunuhan terjadi di Desa Bojong, Brebes. (Foto: Istimewa)

BREBES – Dokter Forensik Dokkes Polda Jateng, dr. Istiqomah mengungkap penyebab kematian korban pembunuhan yang terjadi di Desa Bojong Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes. Ia mengungkapkan penyebab kematian korban usai melakukan autopsi jenazah di RSUD Brebes, Senin (12/10/2026) sore.

Dari hasil autopsi, ungkap Istiqomah, terdapat empat luka yang dialami korban usai dianiaya oleh suaminya. Korban bernama Tuti Awaliyah (39) mengalami luka di bagian kepala, leher, dada, dan perut. Namun dari hasil pemeriksaan, penyebab kematian korban adalah luka di bagian dada sedalam 15 centimeter.

“Ada di kepala, ada leher, kemudian ada dada, perut. Yang menyebabkan kematian yang di dada, sedalam 15 centimeter,” ungkap dr. Istiqomah.

Diketahui, dugaan kecemburuan berujung maut di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Seorang perempuan bernama Tuti Awaliyah (39) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin (12/10/2026) dini hari.

Suami korban, Darwono (44), diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut. Peristiwa tragis itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, pembunuhan diduga dipicu kecemburuan pelaku yang menuding korban berselingkuh.

Kasus ini terungkap setelah Darwono menghubungi seorang perangkat Desa Bojong melalui sambungan telepon. Dalam percakapan tersebut, ia mengaku telah membunuh istrinya dan meminta agar kejadian itu dilaporkan kepada aparat.

Kepala Desa Bojong, Tasdik, mengatakan informasi tersebut diterima Sugeng, salah seorang perangkat desa yang masih memiliki hubungan keluarga dengan pelaku. Saat itu, Sugeng diketahui sedang berada di Jakarta.

Setelah menerima kabar tersebut, Tasdik bersama polisi dan perangkat desa lainnya mendatangi rumah pasangan itu untuk memastikan kondisi di lokasi.

Ketika rumah dibuka, korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dalam posisi telungkup. Sementara itu, Darwono ditemukan berada di atas kasur dengan luka sayat di bagian tangan.

“Geng, saya baru bunuh istri saya. Tolong lapor ke perangkat desa polisi,” kata Tasdik menirukan pengakuan pelaku melalui telepon, Senin (12/10/2026).